Foto : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, NAWACITAPOST – Peran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) pada era Anies Baswedan tidak efektif dan berdampak bagi Ibukota Jakarta , serta warga DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi Kamis (27/5/2021).

Prasetyo menyebut bahwa kinerja tim TGUPP tidak bisa mendongkark kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat ini.

“Jadi kelas keberadaan TGUPP ini inefisen, tidak efektif, kita lihat saja kinerja capaiak Anies pada 2018-2019, disaat kondisi normal, belum pandemi. Beberapa banyak program yang terealisasi ? Mana normalidasi. Jalan enggak?, ” kata Preasetyo di Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Bahkan, politisi PDIP ini mempertanyakan soal target pengerjan rusunawa DP 0 rupiah.

“Mana target rusunawa DP 0 persen rupiah? Dan yang sudah tercapai berapa?, ini menunjukkan kalau program tidak jalan,” tegasnya.

Prasetyo mengungkapkan bahwa dibentuknya TGUPP itu kan bertujuan untuk mengakselarasi supaya program Satuan Kerja Perangkat Daersh sesuai visi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

 

“Kita lihat banyak yang tidak tercapai, berapa banyak progtam yang tetakselerasi? Artinya TGUPP tidak efektif. Yang ada justru jadi mudarat. Karena anggaran yang seharusnya produktif untuk mensehajterakan rakyat dipakai untuk bayar gaji mereka,” ungkapnya..

Tim TGUPP di isi dari Timses Anies

Tak hanya itu, Prasetyo juga menyinggung soal personalia dari TGUPP era Anies yang di isi dengan tim suksesnya. Sementara di era pemerintahan sebelumnya Jokowi hingga Ahok dijabat ASN yang segera pensiun.

“Kalau di era pemerintahan Pak Jokowi sampai Ahok, TGUPP kebanyakan di isi ASN yang akan pensiun. Mereka sebelumnya permah jadi Kadis, atau asisten, jadi sudah terbiasa dengan sistem pemerintah dan mudah menafsirkan visi misi kepala daerah menjadi program kerja,” ucapnya.

Baca juga :  Perlindungan Nakes dan Pasien, Kunci Utama Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19

Bahkan, jika dilihat, Gubermur DKI Jakarta, Anies Baswedan tengah sibuk bersafari politik ketimbang urus kegiatan kerjanya yang akan berakhir pada beberapa bulan lagi atau berakhir pada tahun 2022.

.