Baca Juga : Denny Siregar : Waspada! Ganjar Pranowo Bisa Dipinang Partai Lain 2024
SEKEDAR info aja, saat itu Rustriningsih berhadapan dengan Ganjar di Pilkada Jawa Tengah. Sementara Ganjar konteksnya Pilpres 2024. Kemudian, jika melihat pernyataan Bambang Pacul, nada geram dan marah hanya ditujukan kepada Ganjar, ada apa?
Memang secara strutural di PDIP jabatan Puan lebih tinggi dari Bambang Pacul, tetapi soal pengalaman organisasi politik dan memainkan isu-isu strategis, Bambang Pacul adalah ahlinya.
Jadi apakah kemarahan Ketua DPD PDIP kepada Ganjar, atas restu Puan, atau kemauannya Bambang?.
Soal Ganjar tak diundang di acara PDIP di Jawa Tengah, beberapa hari lalu. Dalam pernyataannya ke Media, Ganjar hanya menjawab singkat tetap loyal kepada Ketua Umum (Megawati).
Terkait melirik ke partai lain untuk capres 2024. Ganjar menjawab singkat, fokus urus penanganan Covid di wilayah Jawa Tengah. Soal itu (Capres 2024), kewenangannya ada pada Ketua Umum PDIP. Artinya, Ganjar masih loyal dan tetap tegak lurus kepada garis Partai Banteng Moncong Putih.
Memang secara elektabilitas, Ganjar berdasar lembaga survei selalu masuk urutan 2 besar, tetapi Ganjar belum punya tiket dari partainya.
Jika, ada partai yang melirik Ganjar, diluar PDIP. Ganjar bisa menjawab ya, dengan resiko menghadapi 'perseteruan' berkepanjangan dengan ibunya Puan. Menjawab tidak, mendapat sambutan luar biasa dari Mega, bukan tidak mungkin jawaban tidak mau dilirik partai lain, dalam detik-detik akhir, Mega menjatuhkan pilihannya kepada Ganjar.
Lalu, apakah ini setingan PDIP, jawabnya tidak. Karena Mega, tahu mana yang ambisi dan mana yang setia. Ganjar sepertinya dikategorikan setia, seperti Jokowi. Namun, jika itu tak bisa dilakukan bersama PDIP? Bukan dosa juga Ganjar melirik yang lain. Ganjar juga tahu, tetap melapor kepada Megawati, terkait soal ini.