Foto : Arief Puyuono bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Jakarta, NAWACITAPOST– Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengkritik sikap Gubernur dan para elit Partai Politik yang sibuk mengurusin pencalonan Presiden (capres) 2024.

“Ini malah banyak pejabat negara kayak gubernur,menteri ,elit parpol sibuk pada pencitraan siap siap nyapres 2024,” kata Arief kepada NAWACITAPOST, Selasa (25/5) malam.
Bahkan, Arief menyinggung soal peran Kepala Daerah seperti Gubernur Jateng
Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang lebih sibuk mengurus pencitraan sebagai capres 2024, ketimbang mengurus penanganan Covid-19 yang semakin meningkat.
Arief menjelaskan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih lama, dan tidak perlu di perdebatkan saat ini.
Sebab, kata dia, mengingat kondisi negara saat ini tengah menghadapi keprihatinan terkait pandemi Covid-19 yang belum usai.
“Padahal pilpres masih 2024,  rakyat muak tahu sama kalian itu yang sibuk urus nyapres ketimbang mengatasi kasus Covid-19,” tegasnya.
Dia mengungkapkan, sebagai Ketua Umum Lembaga Pemantau Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (LPPC19-PEN) seharunya kepala daerah lebih fokus terkait penanganan Covid-19 yang sampai saat ini terus meningkat di berbagai wilayah.
Menurut dia, dengan datangnya delapan juta bahan baku (bulk) vaksin COVID-19 produksi Sinovac tiba di Tanah Air, kepala daerah seperi Gubernur, menteri serta elit parpol lebih cepat memikirkan bagaimana penanganan Covid-19 cepat teratasi.
“Soal delapan juta bahan baku (bulk) vaksin COVID-19 produksi Sinovac tiba di Tanah Air
Nah ini baru info bermanfaat bagi masyarakat agar Covid-19 bisa selesai dan Indonesia selamat,” ucapnya.

Untuk diketahui, sebanyak delapan juta bahan baku (bulk) vaksin COVID-19 produksi Sinovac tiba di Tanah Air, Selasa (25/02/2021) pagi, melalui Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Dengan kedatangan vaksin tahap ke-13 ini secara keseluruhan total vaksin yang diterima adalah sebanyak 83,9 juta dosis.

Baca juga :  Pemerintah Kota Bekasi Raih Terbaik Kedua JDIH Se-Provinsi Jawa Barat

“Vaksin yang sudah diterima adalah vaksin jadi Sinovac 3 juta dosis, AstraZeneca 6,4 juta dosis, Sinopharm 1 juta dosis. Dan dengan kedatangan tahap ke-13 bulk vaksin ini, Sinovac yang hari ini 8 juta dosis maka secara total telah diterima sebanyak 83,9 juta dosis,”  ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam keterangan persnya menyambut kedatangan vaksin tersebut.

Airlangga memaparkan, kedatangan vaksin ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus menjaga pasokan vaksin COVID-19 guna memenuhi kebutuhan untuk vaksinasi kepada masyarakat Indonesia guna segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity