Ketua DPR Puan Maharani Mendukung Solidaritas Global Sebagai Upaya Pemerataan Ketersediaan Vaksin di Seluruh Dunia

0
173
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani. Foto : Geraldi/Man

Jakarta, NAWACITAPOST – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Inter-Parliamentary Unit (IPU) aktif mengupayakan pemerataan ketersediaan vaksin di seluruh dunia. Menurut Puan, solidaritas global menjadi satu-satunya pilihan yang harus diambil untuk mengatasi potensi memburuknya dampak pandemi Covid-19 di tengah peningkatan jumlah kasus di berbagai negara.

Demikian disampaikan Puan via rilis pesan video, Senin (17/5/2021) dalam rangka jelang sidang ke-142 IPU Jenewa, Swiss, pada 24-28 Mei 2021 mendatang. “Dunia saat ini berada pada situasi genting terkait pandemi Covid-19. Vaksinasi memang sudah dilakukan di sejumlah negara, tetapi distribusinya tidak merata. Parlemen negara anggota IPU bisa memainkan peran penting terkait hal ini,” ujar Puan.

 

Puan menekankan, IPU mesti mendesak negara produsen vaksin untuk meningkatkan produksi secara optimal serta mendorong negara surplus persediaan vaksin untuk membagi stok vaksin yang dimilikinya dengan negara lain. Mengingat, ketimpangan distribusi vaksin menjadi persoalan yang mengkhawatirkan.

 

Selain itu politisi PDI-Perjuangan tersebut mengingatkan, banyak negara lain yang belum dapat mengakses vaksin. Padahal, pandemi bakal semakin sulit diatasi bila vaksinasi tidak merata sebagai jalan menuju herd immunity. Kekhawatiran semakin bertambah, karena meningkatnya penularan membuat kondisi tahun ini berpotensi lebih buruk dibanding 2020 sebagaimana diperingatkan WHO.

 

“Saatnya dunia bersatu. Kita berpacu dengan waktu untuk vaksinasi secara global di tengah kecepatan virus yang terus bermutasi. Kontribusi dan pendanaan COVAX Facility mesti ditingkatkan. Seluruh negara mesti bekerjasama mengompensasi biaya pengembang vaksin. Serta mendorong pengabaian hak paten atas vaksin demi produksi massal,” tutur legislator dapil Jawa Tengah V itu.

 

Puan juga mendorong dilakukannya transfer teknologi pembuatan vaksin dari negara maju kepada pusat produksi vaksin di negara berkembang. Sejalan dengan itu, Puan mendukung penghapusan larangan ekspor untuk bahan-bahan dasar pembuat vaksin. Di sisi lain, Puan mengingatkan pemerintah untuk melakukan pengetatan terkait peningkatan kasus di sejumlah negara.

 

“Singapura, Malaysia, hingga Taiwan dan India belakangan kembali menerapkan pengendalian ketat terhadap pergerakan warganya akibat lonjakan kasus di negara masing-masing. Tentu, ini harus menjadi perhatian dan peringatan bagi pemerintah Indonesia untuk memperketat pengawasan penyebaran virus Corona, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkas putri Taufiq Kiemas itu