Gempa Nias M 7,2, Kepala BMKG : Tidak Berpotensi Tsunami

0
284
Gempa M 7.2 di Nias. SItus (BMKG).

Jakarta, NAWACITAPOST– Gempa berkekuatan magnitude (M) 7,2, dan selanjutnya dimutahirkan menjadi M 6,7, dengan kedalaman 10 km dan berlokasi di laut pada jarak 125 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Jika dihubungkan pada Mei 2021, ini gempa kedua yang terjadi setelah gempa Sulbar berkekuatan M 6,7  yang menghancurkan sejumlah bangunan termasuk kantor Gubernur Sulbar.

Baca Juga : Pembelajaran Gempa Sulbar, Fenonema dan Dampak Kerusakan Bangunan

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis, Seperti dilansir laman detik.com, Jumat (14/5/2021). Gempa ini  tidak berpotensi tsunami.

Namun, Bambang menjelaskan guncangan gempa bumi ini dirasakan di Gunung Sitoli, Kabupaten Nias III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Banda Aceh III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Aek Godang, Aceh Tengah II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Tercatat, hingga hari Jumat, 14 Mei 2021, pukul 14.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 3 kali (aftershock).

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” ujar Bambang.BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dipertanggungjawabkan. Masyarakat disarankan menghindari bangunan retak akibat gempa.