Setelah Duduki Ketua Umum, KSP Moeldoko Bahas Masa Depan Indonesia

0
119
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyambangi PT. Mobil Anak Bangsa (MAB), di Demak, Kamis, 12 September 2019. MAB merupakan pabrik bus listrik pertama di Indonesia ini sedang dalam proses pengembangan produksi/ KSP

Jakarta, NAWACITAPOST – Kepala Staf Kepresiden, Jenderal (Purn) Moeldoko mempunyai mimpi besar untuk Indonesia, yakni bersih dari polusi.

Karena itu, Moeldoko ingin memanfaatkan bahan baku baterai untuk produksi kendaraan listrik. Menurut dia, masa depan adalah baterai.

Moeldoko mengaku Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA) bahan baku baterai kendaraan listrik.

“ Jadi angan-angan saya sejak menjabat di gubernur Lemhanas pada 2012, saya berpikir kalua baterai lithium adalah masa depan dan masa depan adalah baterai dan itu sudah saya pikirkan sejak 2012,” kata Moeldoko, Minggu (25/4).

Selain itu, Moeldoko yang juga sebagai pendiri PT Mobil Anak Bangsa (MAB) itu kemudian melanjutkan mimpi Indonesia yang bersih dari polusi, dan menghasilkan kendaraan di dalam negeri, kemudian mantan Panglima TNI ini langsung berangkat ke China untuk meninjau langsung pabrik-pabrik di sana.

“ Selanjutnya, saya diajak teman saya dari BPPT dan ITB ke Shanghai, untuk lihat baterai listrik. Pada saat saya ke sana , saya melihat pabrik bateran listrik. Saya melihat mobil listrik dan saya merenung kalua seperti ini saya juga bisa bangun di Indonesia,” kata dia.

Kemudian, Moeldoko langsung mengirimkan tim untuk belajar dan menimba ilmu di China mengenai baterai. Setelah sukses menimba ilmu mengenai baterai kendaraan listrik, Moeldoko langsung membuat perusahaan.

“Dengan perdebatan Panjang, teman saya yang dari Tiongkok menyerah dan mau bekerja sama dengan saya. Saya kirim tim berpuluhan kali ke Tiongkok dan begitu juga Tiongkok ke Indonesia sebanyak kurang lebih 30 kali untuk melakukan studi,” ujar Moeldoko.

Menurut dia semua berjalan dengan baik.Dari hasil kerja sama itu tanpa memikirkan untuk membuat perusahaannya memberanikan diri untuk membuat bus listrik 2016-2017 yang lalu.

Sementara itu, produksi pertama bus listrik yang dibuat PT MAB yang didirikan oleh Moeldoko adalah menggunakan casis atau kerangka dari kendaraan Mercedes-Benz sebagai proyek rekayasa.

“Kita potong casis dari mobil Mersi yang sudah disetujui untuk proyek rekayasa, dan waktu itu kita hanya ingin bagaimana Indonesia punya kendaraan listrik dan kita beranikan maju dengan segala risikonya,”ucapnya.

Sampai saat ini, PT MAB telah menghasilkan kendaraan bus listrik generasi ke lima dengan kenyamanan dan keamanan yang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.

Untuk diketahui, bus listrik PT MAB mampu menjelajah sampai 250 km sekali pengisian daya baterai penuh dan kemampuan kecepatan maksimal 70 km/jam. Baterai bus listrik PT MAB bisa diisi penuh dalam waktu 3 jam.