Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato saat menutup rapat kerja daerah (Rakerda) Partai Demokrat Jawa Timur di Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (25/2). Dalam kesempatan itu Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan seluruh organ partai mulai tingkat DPD, DPC, PAC, ranting dan sayap organisasi untuk bersinergi penuh memenangkan pasangan calon yang diusung dalam pilkada serentak 2018. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/kye/17

Jakarta, NAWACITAPOST – Sekjen Garda Demokrasi 98 , Azwar Furqudyama, menilai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) punya ambisi pribadi memiliki partai Demokrat untuk kepentingan keluarga.

Azwar mengaku bahwa SBY dan AHY Bersama antek-anteknya terlalu berlebihan atau lebay dalam berpolitik. Karena, AHY Bersama barisannya sempat menyebarkan fitnah kalau Presiden Jokowi melakukan intervensi ke partai Demokrat.

Dia mengungkapkan bahwa rakyat bosan melihat strategi politik playing victim keluarga AHY untuk meraih simpati publik.

“Tapi ini partai saja mau dimiliki secara pribadi, kan kelihatan banget ambisi bapak dan anak untuk melanggengkan nepotisme. Sejahat-jahatnya Hitler tidak pernah daftarin Partai Nazi sebagai milik pribadi,” kata Azwar, Jumat (16/4).

Dia menyebutkan menjadikan partai sebagai aset milik pribadi atau keluarga, tentu langkah mundur bagi demokrasi

“Partai politik itu konsenkuensi publik sebagai salah satu pilar demokrasi itu adalah siina qua non publik, yang mutlak harus ada di ruang publik,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Partai Demokrat kubu AHY mengaku telah mendaftarkan merek logo berlambang mercy itu ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkum HAM.Melalui tim hukum DPP Demokrat kubu AHY.

 

Baca juga :  Gubernur WH: Pasti Bisa Bersaing, Bank Banten punya Potensi Luar Biasa