Hasto Wardoyo : BKKBN Bertekad Menurunkan Angka Stunting di Indonesia

0
94

Jakarta, NAWACITAPOST Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr.(H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) pada rabu (14/04/21) menerima Audiensi Management PT. Media Nawacita Indonesia (MNI) lewat Video conference melalui aplikasi zoom meeting.

Baca Juga : Kepala UPT Asrama Haji Bekasi, Dede : Kedatangan Nawacitapost Memberi Harapan Positif

Pada Video conference ini, Otoli Zebua selaku Direktur Utama PT. MNI memaparkan tujuan audiensi serta visi misi nawacitapost.com, bahwa pada umumnya media selalu menanti berita dalam setiap peristiwa tentang baik atau buruknya dari kinerja dan program pemerintah.

Sehingga MNI memutuskan menjadi media yang bisa menceritakan, menggali sisi positif kinerja pemerintah, tujuannya agar suatu saat nanti jika masyarakat mencari informasi tentang pemerintah maka salah satu referensinya adalah nawacitapost.com.

Saat ini MNI juga sudah melengkapi legalitas dan dokumen sebagai media, MNI sudah memiliki sertifikat merek, sertifikat Dewan Pers dan juga bergabung dalam anggota Serikat Media Siber Indonesi (SMSI) dengan mendapatkan Sertifikat Grade A, selain itu MNI juga sudah memiliki Kantor Perwakilan di Sembilan Provinsi dan Biro yang tersebar di dua puluh enam kabupaten/ kota lanjut.” Otoli.

Usai paparan singkat Otoli, Kepala BKKBN menyampaikan terima kasih atas perkenalan dan paparan dari Otoli bahwa MNI, menyambut baik dan siap bekerjasama dengan MNI dalam pemberitaan program utama BKKBN yang bertekad menurunkan angka stunting nasional dari angka 27% (persen) menjadi 14% dalam 3.5 tahun ke depan.
Selanjutnya Eka Sulistia Ediningsih, S.H. Direktur Komunikasi, Informasi dan Edukasi BKKBN menambahkan secara teknis akan berkomunikasi lebih lanjut dengan MNI untuk membahas bentuk kerjasama dalam program apa yang akan dikolaborasikan nantinya, sebagai contoh ada program Bangga Kencana, selaras dengan program Nawacita Presiden Jokowi pada poin 3 yakni “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah – daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.” yang mana saat ini BKKBN saat ini sedang mencari media kredibel yang mau dan siap bekerjasama dalam mempublikasikan program BKKBN lanjut Eka.

Untuk diketahui, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Kesehatan sesuai Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2010 bahwa BKKBN mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana. Dalam melaksanakan tugas, BKKBN menyelenggarakan fungsi:
1. perumusan kebijakan nasional di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana;
2. penetapan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana;
3. pelaksanaan advokasi dan koordinasi di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana;
4. penyelenggaraan komunikasi, informasi, dan edukasi di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana;
5. penyelenggaraan pemantauan dan evaluasi di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana;
6. pembinaan, pembimbingan, dan fasilitasi di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana.[1]
Selain fungsi di atas, BKKBN juga menyelenggarakan fungsi:
1. penyelenggaraan pelatihan, penelitian, dan pengembangan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana;
2. pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas administrasi umum di lingkungan BKKBN;
3. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab BKKBN;
4. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BKKBN; dan
5. penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana.
Dalam kesempatan itu turut hadir team Humas BKKBN Ade Anwar, Dina, Tri Wulandari Henny Astuti,Azis, Tri Setyo Rachmanto dan Kepala TU BKKBN

(Laporan : Oktavianus Zebua)