Reshuffle Kabinet, Prediksi : Ahok Jabat Menteri Investasi  

0
610
Gubernur Jakarta (2014 -2017), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Presdien Jokowi, sebelum pandemi covid - 19

Jakarta, NAWACITAPOST – Seperti banyak prediksi dari berbagai pengamat politik dan  lembaga survei. Periode kedua di tahun kedua Presiden Jokowi, santer terdengar kabar adanya resuffle kabinet atau pergantian dan penggabungan kementrian.

Baca Juga : Terima Komisaris Utama Pertamina di Kantornya, Gibran : Ahok Idolanya  

ISU berkembang diberbagai media adanya penggabungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Riset Teknologi (Ristek), serta peningkatan status Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi  Kementrian Investasi. Jika memang didasarkan pada UU Nomor 39 Tahun 2008 pasal 15 bahwa jumlah kementrian negara harus 34.

Baca Juga : Resmikan Taman Kota 1, Ahok Pesan Wali Kota Tangsel Jangan Korupsi 

Hal lain, terkait resuffle adanya fokus untuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Kabarnya dana yang dibutuhkan 500 triliun rupiah, 5 triliun rupiah atau satu persen dari 500 triliun rupiah siap dikucurkan dari APBN,  sisanya sebesar 495 triliun dari berbagai pihak dalam dan luar negeri, ujar Mochammad Fadjroel Rachman, S.E., M.H. adalah Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi sekaligus Juru bicara Presiden Joko Widodo dalam perbincangannya di acara Kompas TV, Rabu (14/4/2021) malam.

Ada yang menduga Bahlil Lahadahlia yang saat ini menjabat Kepala BKPM, jika terjadi resfuffle menjabat Kementrian Investasi. Artinya Bahlil naik kelas?

Dugaan lainnya. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan di dapuk sebagai Menteri Investasi. Alasannya sederhana, ketika menjabat Gubernur Jakarta 2014 -2017. Ahok mampu mengamankan dan menyelamatkan APBD Jakarta dan menggunakan uang rakyat tersebut untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Jakarta.

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama Walikota Solo Gibran, Loji Gandrung, Solo, Rabu 7 April 2021. foto tangkapan layar Berita Surakarta.

Sebagai Komisaris Utama Pertamina. Ahok mampu melakukan terobosan baik untuk kepentingan Pertamina sebagai Perseroan Terbatas dan bagi kesejahteraan masyarakat.

Seperti yang sempat viral, warga Tuban terdampak pembangunan kilang minyak Pertamina punya mobil. Kabar beredar pasti, ganti untung diterapkan kepada warga terdampak tersebut, mulai dari jumlah nominal 7 miliar sampai 30 miliar rupiah untuk satu rumah dari puluhan rumah yang harus diganti untung pihak Pertamin hampir ratusan miliar rupiah.

Bahkan Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) Jakarta, Faigiziduhu Ndruru dalam perbincangannya dengan nawacitapost di suatu kesempatan belum lama berselang. Menyebut Ahok sosok yang tepat dalam mendatangkan investasi dari berbagai negara kaya. Eropa, Timur Tengah dan Amerika. Pasalnya negara-negara tersebut mau berinvestasi di suatu negara asal ada kepastian dan aturan jelas.

Dan, Ahok mampu melaksanakan tugas tersebut. Soal anti KKN jangan tanya sama ayah dari Nicholas Purnama, Nathania Purnama,  Daud Albeenner Purnama dan Yosafat Abimanyu Purnama.