Arya Sinulingga Komunikator Keputusan Menteri Erick Soal BUMN

0
276
Arya Sinulingga Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, NAWACITAPOST –  Jiwa kepemimpinannya sudah terasah, ketika lulus dari Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1995. Bersama seorang dosennya, Arya Sinulingga membuka usaha sendiri. Perusahaan yang didirikannya berkembang pesat, dan punya pegawai 40 orang.

Baca Juga : Soal Rangkap Jabatan  Petinggi BUMN ini Penjelasan dari Stafsus Erick Thohir

TAK cukup sampai disitu, Arya dipercaya sebagai staf ahli Ketua DPDR Sumut, selama tiga tahun. Kemudian berlanjut menjadi Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Sumut. Dari KPID inilah pergulatannya bersama media semakin piawai dan terasah.

Masuk di grup usaha MNC punya pengusaha Harry Tanoesoedibjo, Arya diberi kepercayaan dengan menjabat berbagai posisi penting. Jabatan terakhirnya Direktur Pemberitaan MNC Grup (RCTI, Inews, GTV, dan MNC TV).

Ketika Pilpres 2014, Pria kelahiran Kabanjahe. Kabupaten Karo, Sumut 50 tahun lalu ini masuk di tim Prabowo – Hatta, bersama Hary Tanoesoedibjo.  Hasilnya, Prabowo – Hatta kalah.

Ketika perhelatan Pilpres digelar 2019, Arya bergabung dengan Tim Kampane Nasional (TKN) yang mengusung pasangan Jokowi – KH Ma’ruf Amin. Jabatannya sebagai jubir TKN, sedangkan Erick Thohir Ketuanya.

Usai Pilpres 2019. Erick ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Erick pun mendapuk Arya sebagai Staf Khusus merangkap Jubir Kementrian BUMN.  Saat ditunjuk sebagai Staf Khusus Menteri BUMN, Arya pun keluar dari struktur partai Perindo untuk menjaga netralitas.

Di era Erick,  BUMN yang jumlahnya ratusan mampu ditangani dengan baik. Namun tak sedikit serangan dilancarkan juga. Disinilah peran Arya sebagai pengalaman analis kebijakan media mulai dibuktikan. Keputusan Menteri Erick mampu  diamankan Arya. Terbukti dalam perdebatan di acara TV dengan pakar, aktivis dan akademisi di sejumlah media elektronik mampu dijalaninya dengan baik.

Artinya, segala kerumitan dan keputusan yang telah dilakukan Erick, mampu dikomunikasikan dengan baik oleh seorang Arya.

Semenjak dirinya menjabat Staf Khusus Menteri BUMN, banyak lobi dan pengiriman Curiculum Vitae (CV) dialamatkan kepadanya. Arya menegaskan bahwa dirinya tak  memiliki kewenangan.

Terkait hal itu (kewenangan), Menteri Erick, kata Arya telah mensyaratkan untuk posisi jabatan di BUMN, yaitu memiliki performa dan manajemen yang baik.