Terkait Keputusan Menkumham,  Max Sopacua : Mantan Napi Andi Malarangeng Tak Berhak Melarang Moeldoko Menempuh Jalur Hukum

0
342
Max Sopacua. foto tangkapan layar CNN Indonesia, Trans TV, Minggu (4/4/2021).

Jakarta, NAWACITAPOST –  Ternyata perang pernyataan masih terjadi diantara dua kubu Demokrat (AHY Vs Moeldoko). Pasca ditolaknya  Moeldoko oleh  Kemenkumham, karena terganjal alias belum lengkapnya surat atau dokumen yang  disyaratkan dalam dilaksanakannya Kongres Luar Biasa (KLB).

Baca Juga : Max Sopacua  : Tepat Taq Line Mantan Napi Andi Malarangeng Selalu Berbohong

MAX SOPACUA dalam acara di CNN Indonesia yang disiarkan Trans TV, Minggu 4 April 2021, menyebut kubu AHY, selain gemar berbohong, terutama Andi Malarangeng dijuluki Pasukan Lidah Panjang alias penjilat.  Kerjaannya Andi  hanya membangun opini-opini publik di atas kebohongan, jelas Max.

Contoh nyatanya , kata Max. Andi pernah menyampaikan satu hari usai konferensi pers AHY  (1 Maret 2021) di kawasan Menteng, Jakarta,  bahwa Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi ikut campur dalam kudeta Demokrat.  Namun, begitu disahkannya kubu  AHY oleh Menkumham, berputar balik 360 derajat katanya dengan mengatakan,  Presiden  Jokowi tidak ikut campurdalam urusan kisruh dan kudeta Demokrat.

Bahkan,  Max menyebut Andi M sebagai mantan napi yang hobinya mengumbar opini-opini publik dengan dasar kebohongan.

Jadi Andi ini jangan terlalu arogan, bahwa (kubu Moeldoko) tidak boleh menggunakan atribut Demokrat, apalagi sampai menghalangi jalur hukum. Sebaiknya Andi bertobat dan jangan mengikuti SBY dan AHY yang gemar berbohong, tegas Max.