Jika Moeldoko Menang Di Pengadilan, KLB Jilid 2 Terjadi : SBY – AHY Tersingkir

0
255
Tangkapan layar CNN Indonesia, Trans TV, Minggu (4/4/2021)

Jakarta, NAWACITAPOST –  Pasca di tolaknya Demokrat kubu Moeldoko, karena belum ada syarat yang terpenuhi oleh  kemenkumham. Menurut pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif  Indo Barometer, M Qoadari yang disampaikan di acara CNN Indonesia disiarkan Trans TV pada Minggu, 4 April 2021, maka muara pertarungannya di Pengadilan.

Baca Juga : Max Sopacua  : Tepat Taq Line Mantan Napi Andi Malarangeng Selalu Berbohong

Pasalnya, Menkumham dan Menkopolhukam memberikan pernyataan serupa juga, bahwa kepada pihak yang merasa ditolak bahwa dipersilahkan melanjutkan perjuangannya di Pengadilan.

Nah, ruang ini (pengadilan) yang menurut M Qadari bisa digunakan kubu Moeldoko. Yang mana, ada  kejanggalan dan keanehan luar biasa, terkait dengan kewenangan superior luar biasa atas  posisi Ketua Majelis Tinggi Partai dalam AD / ART yang melampaui kewenangan Ketua umum dan suara DPC dan DPD dalam pelaksanaan kongres maupun Kongres Luar Biasa (KLB). Apalagi kewenangan superior Ketua Majelis Tinggi Partai diduga menyalahi aturan yang disyaratkan dan diputuskan UU Partai Politik, jelas Qodari.

Jadi, ini menarik dan baru. Sebab yang digugat adalah soal AD / ART yang ada peran besar Ketua Majelis Tinggi Partai.

Hal lain, dari ditolaknya kubu Moeldoko. Tudingan dari kubu AHY terhadap Presiden Jokowi menjadi tak terbukti. Padahal,  jelas-jelas AHY dalam konferernsi pers pada 1 Maret 2021 perihal kisruh atau kudeta Demokrat, walaupun kalimatnya dibelokan dengan halus serta dibingkai dengan menulis surat ke Presiden Jokowi.  Menanyakan (konfirmasi) ada keterlibatan Istana dalam kudeta Demokrat. Berarti, nampak jelas, tudingan ke Jokowi oleh AHY  tak bisa dihindari dan memang demikian.