Jokowi Minta Penambahan Personel SAR Untuk Tangani  Evakuasi Korban Bencana Banjir di NTT

0
124
Foto ; Presiden RI Jokowi / Humas Kemensegneg
Foto ; Presiden RI Jokowi / Humas Kemensegneg

Jakarta, NAWACITAPOSTPresiden Joko Widodo (Jokowi) meminta  Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Panglima dan Kapolri untuk mengerahkan tambahan personel SAR.

“Saya minta Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Panglima dan Kapolri untuk mengerahkan tambahan personel SAR,” kata Jokowi di Istana saat jumpa pers virtual yang disiarkan di You Tube Sekretaris Presiden, Selasa (6/4).

Jokowi mengaku, penambanhan personel SAR, dilakukan karena ada lokasi bencana di NTT maupun NTB yang belum bisa diakses atau terisolir karena dampak bencana banjir bandang atau longsor.

“Dan berbagai gugus pulau di NTT (seperti) di Pulau Alor, Pulau Pantar dan pulau –pulau lainnya (dengan penambahan personel SAR) untuk melancarkan proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban,” ujarnya.

Jokowi mengungkapkan, selama satu pekan terakhir cuaca ekstrem akibat siklon tropis telah dirasakan diberbagai daerah di Indonesia. Khusususnya di Provinsi NTT dan Provinsi NTB yang mengalami dampak paling besar.

 

Selain itu, Jokowi menghimbau kepada seluruh masyharakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan bencana.

Sebagaimana informasi yang telah disampaikan sebelumnya, bencana banjir bandang yang terjadi di Flores Timur telah memakan korban sebanyak 44 orang meninggal dunia, 26 orang hilang, 9 orang luka-luka, 80 KK terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi. Data mengenai para korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.

 

Kemudian kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat dan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik.