Jakarta, NAWACITAPOST- Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat , Andi Malaranggeng sempat menawarkam agar Moeldoko mundur dari kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) dan fokus ke tugasnya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). hal ini terkait keluarnya keputusan penolakan KLB Demokrat oleh pemerintah melalui, Kemenkum HAM.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara kubu Demokrat Moeldoko, Muhammad Rahmad mengatakan tawaran opsi pertama Andi Malaranggeng soal exit strategy adalah tawaran yang mencirikan seorang pengecut, tidak tegas, plin plan dan penghianat.

“Soal opsi Andi Malaranggeng tawaran exit strategy itu merupakan ciri seorang pengecut, plin plan, tidak tegas dan penghiatan, ” kata Rahmad dikutip Sindonews, Senin (5/4).

Rahmad mengaku bahwa kubu Moeldoko tidak berselera dengan opsi tersebut karena Moeldoko dianggapnya adalah seorang ksatria dan prajurit sejati yang sudah teruji, berani mengambil risiko, dan tanggung jawab, serta melindungi bawahannya dalam segela kondisi apapun.

Rahmad menegaskan, jika Andi Malaranggeng butuh untuk teman diskusi, butuh perlindungan, butuh atasan yang tidak mengorbankan bawahan. Moeldoko membuka jalan lebar untuk Andi Malaranggeng.

Baca juga :  Jenderal Moeldoko Siap Berikan Pelajaran Kepada SBY dan AHY Tentang Hukum