Ade Armando : Cacat Logika Arie Untung, Munarman, Refly Soal Mabes Polri (Bagian 2 habis)

0
174
Ade Armando

Jakarta, NAWACITAPOST –  Mereka (Arie Untung, Munarman, Refly Harun, Shamsi Ali, dan Harist Abu Ulya) sepertinya menyudutkan dan menyalahkan Polisi terkait penembakan ZA. Terlepas mereka itu selalu kritis.

Baca Juga : Ade Armando : Cacat Logika Arie Untung, Munarman, Refly Soal Mabes Polri (Bagian 1)

NAMUN, bersikap kritis itu mensyaratkan penggunaan  argumen rasional yang sejalan dengan akal sehat dan tidak mengada-ada. Soal Arie, kok kenapa adegan itu terekam? Adegan itu terekam dari berbagai kamera berbeda.

Ada yang dari CCTV Mabes Polri, dan ada juga kamera smartphone dari jauh. Kan, di era sekarang ini sesuatu yang janggal para pemilik handphone akan mengarahkan kamera ke adegan itu, jadi  dimana anehnya?

Mabes Polri

Lantas soal penembakan yang menwaskan Zakiah. Marilah menggunakan akal sehat. Kata Ade,  kalau kita diserang dan terancam apalagi oleh orang tak dikenal, sambil mengacungkan dan menembakan pistol ke arah kita, maka ada dua  kemungkingannya, membunuh atau dibunuh.

Anda tidak punya banyak waktu untuk menimbang-nimbang. Setiap detik sangat berharga. Kalau Anda punya pistol, Anda akan menembak mati orang itu, anda tidak akan berpikir siapa ya orang itu? Apakah berpenyakit jiwa? Apakah saya perlu mengarahkan tembakan ke kaki saja atau tangan saja.

Apakah harus mengikuti protokol HAM? Dan, jangan salah baru beberapa hari sebelumnya ada serangan bom bunuh diri di Makassar, dan serangan ke kantor Polisi di banyak tempat. Zakiah dilihat teroris yang akan menghabisi mereka (Polisi) bukan? Jadi wajar saja di kepala Polisi ada dugaan bahwa Zakiah bukan hanya membawa pistol saja, tapi juga misalnya membawa bom ditubuhnya. Dengan kata lain sangat masuk akal Polisi menembak mati Zakiah.

Sebagaimana polisi menembak mati para mantan anggota FPI yang mengancam nyawa polis di tragedi kilometer 50 Jakarta – Cikampek.

ZA bawa senjata api serang Mabes Polri ,akhirnya ditembak Polisi

Satu-satunya fakta cukup sahih untuk dipertanyakan adalah soal detector. Kenapa Zakiah masuk ke Mabes Polri membawa Pistol tanpa terdeteksi? Itu pertanyaan yang layak dicari jawabannya.

Ada sejumlah penjelasan, pertama mungkin alat detector itu tidak berfungsi dengan baik. Kedua, ada orang dalam bermain. Sehingga detektor di Mabes Polri tidak berfungsi dengan baik.

Ketiga, ada orang dalam yang membawa masuk pistol, tanpa melalui alat detektor, dan baru kemudian menyerahkannya kepada Zakiah. Ini memang perlu diselidiki, kalau  detector rusak, maka  urusannya selesa, tapi jika urusannya ada pihak yang misal membantu, itu layak membuat semua pihak waspada.

Bagaimanapun Ade terganggu dengan narasi Ari, Harist, Refly dan Munarman adalah meragukan keorisinalan aksi teror, dan upaya mereka menyudutkan polisi. Teror ini riil dan diselenggarakan dalam jaringan yang menyebar di banyak daerah .

Yang jelas dan  pasti,  Zakiah terhubung dengan jaringan teror Makassar, bukti paling nyataanya adalah format surat wasiat yang hampir sama dengan pelaku teror bom Makassar.

Walaupun Zakiah bergerak sendiri, tetap ada hubungannya dengan pelaku teror bom Makassar dan pelaku yang ditangkap di banyak tempat (pra dan pasca) bom Makassar.