Baca Juga : Terobos Mabes Polri, Sosok Terduga Teroris Bawa Senjata Api Tewas di Tembak
Usia keduanya 25 tahun. Kebencian kepada pemerintah adalah sinyal kuat keduanya melakukan aksi teror tersebut. Surat wasiat mereka tinggalkan. Tidak boleh meminjam uang di Bank, perbanyak ibadah dan jangan bekerja kepada pemerintah yang berdasar kepada Pancasila, UUD dan Bhineka Tunggal Ika adalah pesan-pesan di surat wasiatnya.
Ditambah lagi, pergaulan yang tertutup, bahkan terbatas, mengindikasikan seseorang diyakini cenderung bisa melakukan aksi teror sebagai bagian mati syahid dan ‘masuk surga’ impiannya. Parahnya, dalam instragram pribadinya yang diunggah beberapa jam, ZA sangat mengidolakan ISIS.
Terkait ZA, ternyata wanita ini punya pendidikan yang mumpuni sampai jenjang perguruan tinggi, walaupun ditengah jalan drop out alias tak melanjutkan. Dugaan berhenti kuliah, bisa jadi karena kampusnya mungkin membela pemerintah.
Menurut pengamat terorisme Al Chaidar. Terduga teroris yang melibatkan wanita dan anak-anak dalam aksinya, baru pertama kali terjadi dan hanya ada di Indonesia. Soal penggunaan perempuan dan anak-anak, Al Chaidar menduga ini JAD berafiliasi ISIS.
Hal senada juga disampaikan mantan teroris, Nasir Abas, bahwa kebencian kepada pemerintah, menjadi salah satu pemicu utama yang bersangkutan bisa menjadi pelaku aksi terorisme.