Kuliah Ikatan Dinas Kemenkumham dibuka, Segera Daftar

0
461
pembukaan pendaftaran Calon Taruna/i POLTEKIM
pembukaan pendaftaran Calon Taruna/i POLTEKIM

Jakarta,NAWACITAPOST – Kabar gembira Kementerian hukum dan ham (Kemenkumham) melalui Politeknik Imigrasi kembali membuka pendaftaran Calon Taruna/i POLTEKIM akan dibuka pada tanggal 9-30 April 2021.

Dengan Kuota Formasi 300 Taruna/i:
a. Umum
– Pria = 219 Taruna
– Wanita = 71 Taruni
b. Khusus Putra/Putri Papua
– Pria = 3 Taruna
– Wanita = 2 Taruni
c. Khusus Putra/Putri Papua Barat
– Pria = 3 Taruna
– Wanita = 2 Taruni

Informasi persyaratan resmi sudah bisa di akses di ➡️ https://catar.kemenkumham.go.id/
(KLIK LINK DI BIO)

Informasi lebih lanjut terkait sistem pendaftaran kalian bisa teks melalui nomor 0812 9292 1021 atau akun twitter @/catarkumham dan atau akun instagram @catar.kumham

Silahkan persiapkan diri kalian semaksimal mungkin yaa untuk menjalani setiap tahapan tes. Tetap berdoa, belajar, dan berusaha. Semangat #SahabatTami😁 #Poltekim #Poltekim2021 #PoliteknikImigrasi #TarunaPoltekim

Sementara itu, berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
B/301/M.SM.01.00/2021 tanggal 9 Maret 2021 Hal Persetujuan Prinsip Tambahan Kebutuhan CPNS
dari Siswa/Siswi POLTEKIP/POLTEKIM Tahun Anggaran 2021, KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK
ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA mengundang Putra dan Putri terbaik lulusan Sekolah
Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) / sederajat dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Hukum
dan HAM untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Sekolah Kedinasan Politeknik
Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) dan Politeknik Imigrasi (POLTEKIM), dengan ketentuan sebagai
berikut:

I. KRITERIA PELAMAR
1. Formasi Umum merupakan pelamar lulusan SLTA/sederajat yang memenuhi kualifikasi
persyaratan sebagaimana dalam pengumuman ini.

2. Formasi Putra/Putri Papua/Papua Barat merupakan pelamar lulusan SLTA/sederajat
keturunan Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (salah satu atau kedua
orang tua) asli Papua/Papua Barat, dibuktikan dengan KTP Bapak/Ibu kandung, Akta Kelahiran
atau Surat Keterangan Lahir yang bersangkutan dan diperkuat dengan surat keterangan dari
Kepala Desa/Lurah/Kepala Suku.

3. Formasi Pegawai merupakan pelamar yang telah diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil
Kementerian Hukum dan HAM dan memenuhi kualifikasi persyaratan sebagaimana dalam
pengumuman ini.

4. Formasi Pegawai Putra/Putri Papua/Papua Barat merupakan pelamar keturunan asli
putra/putri Papua/Papua Barat yang telah diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil Kementerian
Hukum dan HAM dan memenuhi kualifikasi persyaratan sebagaimana dalam pengumuman ini.

II. PERSYARATAN
1. Warga Negara Republik Indonesia (tidak memiliki kewarganegaraan ganda);
2. Pria/Wanita;
3. Pendidikan SLTA / sederajat;
4. Usia dengan ketentuan sebagai berikut :
– Formasi Umum dan Formasi Putra/Putri Papua/Papua Barat: usia pada tanggal 1
April 2021 serendah-rendahnya 17 tahun dan tidak lebih dari 22 tahun 0 bulan 0 hari
(dibuktikan dengan Akta Kelahiran/surat keterangan lahir);
– Formasi Pegawai dan Formasi Pegawai Putra/Putri Papua/Papua Barat: usia pada
tanggal 1 April 2021 tidak lebih dari 25 tahun 0 bulan 0 hari (dibuktikan dengan Akta
Kelahiran/surat keterangan lahir);
5. Tinggi Badan Pria minimal 170 cm, Wanita minimal 160 cm, berat badan seimbang
(ideal) berdasarkan hasil pengukuran yang dilaksanakan pada saat tes kesehatan;
6. Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS, bebas narkoba, tidak
memakai kacamata dan/atau softlens, tidak tuli, tidak bisu dan tidak buta warna;
7. Bagi pria tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau
anggota badan lainnya;
8. Bagi wanita tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik anggota badan
lainnya selain telinga dan tidak bertindik/bekas tindik di telinga lebih dari 1 pasang
(telinga kiri dan kanan);
9. Belum pernah menikah (baik secara negara, adat maupun agama) dibuktikan dengan
Surat Keterangan dari Lurah/ Kepala Desa setempat dan sanggup tidak menikah
selama mengikuti pendidikan;
10. Bersedia ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi di
seluruh Wilayah Indonesia;
11. Tidak pernah putus studi/ drop out (DO) dari POLITEKNIK ILMU PEMASYARAKATAN
dan POLITEKNIK IMIGRASI dan atau Akademi/Sekolah Kedinasan Pemerintah lainnya;
12. Membuat dan mengisi formulir pernyataan dan melengkapi surat-surat keterangan
lainnya setelah dinyatakan diterima sebagai Calon Taruna/Taruni;
13. Tidak sedang menjalani ikatan dinas/ pekerjaan dengan instansi/ perusahaan lain;
14. Bagi Calon Taruna/Taruni formasi pegawai/formasi pegawai Putra/Putri Papua/Papua
Barat, selain harus memenuhi persyaratan diatas (angka 1 s.d. 13), juga harus memenuhpersyaratan :

a. Mendapatkan persetujuan untuk mengikuti pendidikan ikatan dinas dengan
pangkat/gol. ruang setinggi-tingginya Pengatur Muda Tk.I/ (II/b) dibuktikan dengan
surat pengantar dari Pejabat Pimpinan Tinggi (Pimpinan Unit Eselon I atau Kepala Kantor Wilayah).

b. Tidak dalam proses pemeriksaan atau sedang menjalani hukuman disiplin tingkat
sedang atau berat sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, dibuktikan
dengan surat keterangan bebas dari proses pemeriksaan atau bebas hukuman
disiplin dari Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Wilayah masing-masing.

c. Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PPKP) tahun 2019 dan tahun 2020 minimal
bernilai baik dan seluruh komponen / unsur penilaian PPKP minimal baik serta
telah membuat Sasaran Kerja Pegawai (SKP) tahun 2021 pada Sistem Informasi
Manajemen Kepegawaian (SIMPEG).

III. KUOTA FORMASI

Kuota Formasi untuk Sekolah Kedinasan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebanyak
600 Taruna/Taruni untuk Umum dan Putra/Putri Papua/Papua Barat (Sesuai Surat Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : B/301/M.SM.01.00/2021
tanggal 9 Maret 2021) dan sebanyak 50 Taruna/Taruni untuk Pegawai dan Pegawai Putra/Putri
Papua/Papua Barat, dengan perincian sebagai berikut:

1. Kuota Formasi Sekolah Kedinasan POLTEKIP sejumlah 300 Taruna/Taruni terdiri dari:

a. Umum
– Pria = 262 Taruna
– Wanita = 28 Taruni

b. Khusus Putra/Putri Papua
– Pria = 4 Taruna
– Wanita = 1 Taruni

c. Khusus Putra/Putri Papua Barat
– Pria = 4 Taruna
– Wanita = 1 Taruni

2. Kuota Formasi Sekolah Kedinasan POLTEKIM sejumlah 300 Taruna/Taruni terdiri dari:

a. Umum
– Pria = 219 Taruna
– Wanita = 71 Taruni
b. Khusus Putra/Putri Papua
– Pria = 3 Taruna
– Wanita = 2 Taruni
c. Khusus Putra/Putri Papua Barat
– Pria = 3 Taruna
– Wanita = 2 Taruni
,
3. Kuota Formasi Pegawai Sekolah Kedinasan POLTEKIP sejumlah 50 Taruna/Taruni terdiri
dari:
a. Umum
– Pria = 32 Taruna
– Wanita = 8 Taruni
b. Khusus Putra/Putri Papua
– Pria = 4 Taruna
– Wanita = 1 Taruni
c. Khusus Putra/Putri Papua Barat
– Pria = 4 Taruna
– Wanita = 1 Taruni
4. Kuota Formasi Pegawai Sekolah Kedinasan POLTEKIM sejumlah NIHIL.

IV. TATA CARA PENDAFTARAN
1. Pelamar formasi Umum dan Putra/Putri Papua/Papua Barat wajib melakukan pendaftaran
secara online melalui laman https://dikdin.bkn.go.id dan mengunggah dokumen yang
dipersyaratkan dimulai tanggal 9 s.d 30 April 2021;

2. Khusus bagi pelamar formasi Pegawai dan formasi Pegawai Putra/Putri Papua/Papua
Barat melakukan pendaftaran, unggah berkas lamaran dan cetak tanda bukti pendaftaran
secara online dimulai tanggal 9 s.d 30 April 2021 pada laman

https://catar.kemenkumham.go.id;
3. Pelamar hanya boleh memilih 1 (satu) pilihan Sekolah Kedinasan, apabila terdapat kesalahan
dalam memilih sekolah kedinasan, maka akan menjadi tanggung jawab pelamar sendiri,
panitia tidak dapat merubahnya dan apabila memilih lebih dari 1 (satu) pilihan Sekolah
Kedinasan maka pelamar tersebut secara otomatis dinyatakan gugur / tidak dapat mengikuti
tahapan seleksi administrasi.
4. Unggah dokumen terdiri dari :
4.1. Pelamar Formasi Umum
a. Surat lamaran bermaterai Rp. 10.000,-. ditujukan Kepada Menteri Hukum dan
HAM R.I. di Jakarta dan ditandatangani dengan pena bewarna hitam (format surat
lamaran dapat diunduh pada laman https://catar.kemenkumham.go.id)
dokumen yang di unggah asli;
b. Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) atau surat keterangan telah melakukan
perekaman kependudukan secara elektronik (asli) yang dikeluarkan oleh pejabat
berwenang;
c. Ijazah (asli), bagi lulusan luar negeri/ memiliki ijazah berbahasa asing
melampirkan pula surat penyetaraan/ persamaan ijazah dari pejabat yang
berwenang.
Bagi pelamar/peserta lulusan SLTA Tahun 2021, sebagai pengganti ijazah wajib
melampirkan Surat Keterangan Lulus (asli) yang ditandatangani oleh Kepala
Sekolah;
d. Akta kelahiran / Surat Keterangan Lahir (asli) dari Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil (bukan dari Bidan atau Puskesmas);
e. Surat Keterangan belum pernah menikah yang ditandatangani oleh Lurah / Kepala
Desa sesuai domisili (asli) (bukan surat yang ditandatangani oleh pelamar, Ketua
RT, Ketua RW atau orang tua);
f. Surat Pernyataan 6 poin dari pelamar yang berisi tentang sanggup mentaati
perjanjian ikatan dinas, Sanggup mengganti seluruh biaya selama mengikuti
pendidikan apabila mengundurkan diri; Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia
setelah menyelesaikan pendidikan; Sanggup tidak menikah selama pendidikan;
tidak terikat dengan instansi pemerintah lain/ swasta; dan tidak mengkonsumsi/
menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainnya
ditandatangani dengan pena berwarna hitam, bermaterai Rp. 10.000,-. (format
surat pernyataan dapat diunduh pada laman https://catar.kemenkumham.go.id)
dokumen yang diunggah asli;
g. Pas photo berlatar belakang warna merah untuk POLTEKIP dan warna biru untuk
POLTEKIM;
h. Dokumen persyaratan yang diunggah adalah scan berkas asli berwarna (tidak
hitam putih) dan pelamar harap memastikan kembali berkas yang diunggah dapat
dibuka / file tidak rusak dan terbaca dengan jelas;
4.2. Pelamar Formasi Putra/Putri Papua
a. Surat lamaran bermaterai Rp. 10.000,-. ditujukan Kepada Menteri Hukum dan
HAM RI di Jakarta dan ditandatangani dengan pena bewarna hitam (format surat
lamaran dapat diunduh pada laman https://catar.kemenkumham.go.id)
dokumen yang di unggah asli;
b. Kartu Tanda Penduduk yang telah elektronik (e-KTP) atau surat keterangan telah
melakukan perekaman kependudukan secara elektronik (asli) yang dikeluarkan
oleh pejabat berwenang;
c. Melampirkan surat keterangan asli dari Kelurahan/Kepala Desa/Kepala Suku yang
menerangkan bahwa pelamar asli dari Papua/Papua Barat berdasarkan garis
keturunan orang tua (Bapak dan/atau Ibu) asli dari Papua/Papua Barat;
d. Ijazah (asli), bagi lulusan luar negeri/ memiliki ijazah berbahasa asing
melampirkan pula surat penyetaraan/ persamaan ijazah dari pejabat yang
berwenang;
Bagi pelamar/peserta lulusan SLTA Tahun 2021, sebagai pengganti ijazah wajib
melampirkan Surat Keterangan Lulus (asli) yang ditandatangani oleh Kepala
Sekolah;
e. Akta kelahiran / Surat Keterangan Lahir (asli) dari Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil (bukan dari Bidan atau Puskesmas);
f. Surat Keterangan belum pernah menikah yang ditandatangani oleh Lurah / Kepala
Desa sesuai domisili (asli) (bukan surat yang ditandatangani oleh pelamar, Ketua
RT, Ketua RW atau orang tua);
g. Surat Pernyataan 6 poin dari pelamar yang berisi tentang sanggup mentaati
perjanjian ikatan dinas, Sanggup mengganti seluruh biaya selama mengikuti
pendidikan apabila mengundurkan diri; Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia
setelah menyelesaikan pendidikan; Sanggup tidak menikah selama pendidikan;
tidak terikat dengan instansi pemerintah lain/ swasta; dan tidak mengkonsumsi/
menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainnya
ditandatangani dengan pena berwarna hitam, bermaterai Rp. 10.000,-. (format
surat pernyataan dapat diunduh pada laman https://catar.kemenkumham.go.id)
dokumen yang diunggah asli;
h. Pas photo berlatar belakang warna merah untuk POLTEKIP dan warna biru untuk
POLTEKIM;

i. Dokumen persyaratan yang diunggah adalah scan berkas asli berwarna (tidak
hitam putih) dan pelamar harap memastikan kembali berkas yang diunggah dapat
dibuka / file tidak rusak dan terbaca dengan jelas;

Pelamar Formasi Pegawai dan Formasi Pegawai Putra/Putri Papua/Papua Barat

a. Surat lamaran bermaterai Rp. 10.000,-. ditujukan Kepada Menteri Hukum dan
HAM RI di Jakarta dan ditandatangani dengan pena bewarna hitam (format surat

lamaran dapat diunduh pada laman https://catar.kemenkumham.go.id)
dokumen yang di unggah asli;
b. Kartu Tanda Penduduk yang telah elektronik (e-KTP) atau surat keterangan telah
melakukan perekaman kependudukan secara elektronik (asli) yang dikeluarkan
oleh pejabat berwenang;
c. Ijazah (asli), bagi lulusan luar negeri/ memiliki ijazah berbahasa asing
melampirkan pula surat penyetaraan/ persamaan ijazah dari pejabat yang
berwenang.

d. Surat Keterangan belum pernah menikah yang ditandatangani oleh Lurah / Kepala
Desa sesuai domisili (asli) (bukan surat yang ditandatangani oleh pelamar, Ketua
RT, Ketua RW atau orang tua);
e. Surat Pernyataan 6 poin dari pelamar yang berisi tentang sanggup mentaati
perjanjian ikatan dinas, Sanggup mengganti seluruh biaya selama mengikuti
pendidikan apabila mengundurkan diri; Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia
setelah menyelesaikan pendidikan; Sanggup tidak menikah selama pendidikan;
tidak terikat dengan instansi pemerintah lain/ swasta; dan tidak mengkonsumsi/
menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainnya
ditandatangani dengan pena berwarna hitam, bermaterai Rp. 10.000,-. (format
surat pernyataan dapat diunduh pada laman https://catar.kemenkumham.go.id)
dokumen yang diunggah asli;
f. Pas photo berlatar belakang warna merah;
g. Khusus pelamar formasi pegawai Putra/Putri Papua/Papua Barat melampirkan
surat keterangan asli dari Kelurahan/Kepala Desa/Kepala Suku yang
menerangkan bahwa pelamar asli dari Papua/Papua Barat berdasarkan garis
keturunan orang tua (Bapak dan/atau Ibu) asli dari Papua;
h. Surat Persetujuan dari Pejabat Pimpinan Tinggi (Pimpinan Unit Eselon I atau
Kepala Kantor Wilayah);
i. Surat Keterangan tidak dalam proses pemeriksaan atau sedang menjalani
hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dari Kepala Satuan Kerja;
j. SK CPNS, SK PNS, SK Pangkat Terakhir, PPKP tahun 2019 dan 2020 yang
diunggah atau diupdate pada aplikasi SIMPEG masing-masing;
k. Dokumen persyaratan yang diunggah adalah scan berkas asli berwarna (tidak
hitam putih) dan pelamar harap memastikan kembali berkas yang diunggah dapat
dibuka / file tidak rusak dan terbaca dengan jelas;
II. MEKANISME TAHAPAN SELEKSI
Seleksi dilaksanakan menggunakan sistem gugur, dengan tahapan sebagai berikut :
1. Seleksi Administrasi (Verifikasi Berkas Unggah).
2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
3. Seleksi Lanjutan :
a. Seleksi Kesehatan.
b. Seleksi Kesamaptaan.
c. Seleksi Tulis Psikotes dan Wawancara Psikotes.
d. Seleksi Wawancara, Pengamatan Fisik dan Keterampilan (WPFK)