Jakarta, NAWACITAPOST – Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly, akan meneliti dengan tepat soal kabsahan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang Sumatera Utara.
Syarief menyebutkan KLB yang digelar Johni Allen Mabun dkk untuk memilih Kepala Staf Kepresiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko jadi ketua umum itu tidak sah berdasarkan Anggaran 2020 yang telah mendapat pengesahan dari Kemenkumham
Syarief menyakini Yasonna akan mematuhi kentetuan yang tertuang di dalam Undang –Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik (paprol).
“Pemerintah akan bekerja sesuai dengan UU Parpol dan sesuai AD/ART Partai Demokrat yang dipisahkan tahun 202,” kata Syarief kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Syarief menghargai proses penelitian berkas hasil KLB Partai Demokrat yang dilakukan Yasonna. Syarief pun yakin Yasonna akan membuat keputusan yang benar.
Dia menilai proses yang dilakukan Kemenkumham adalah proses yang harus dilakukan,
“Itu prosedur kalau ada yang melaporkan harus diterima itu prosedur yang harus dijalankan oleh pemerintah, kan enggak mungkin menolak kan harus diterima. Nanti tinggal dibandingkan oh ternyata ini abal-abal, kalau dibandingkan yang asli yang ini,” ucapnya.
Diketahui, juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko Muhammad Rahmad, mengklaim pihaknya sudah melengkapi berkas Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko Muhammad Rahmad, mengklaim pihaknya sudah melengkapi berkas terkait permohonan pengesahan pengurusan pihaknya sesuaip[ermintaan Kemenkumham.
Sebelumnya, Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, mengklaim pihaknya sudah melengkapi berkas terkait permohonan pengesahan pengurusan pihaknya sesuai permintaan Kemenkumham.
Menurutnya, langkah itu sudah dilakukan oleh Sekjen DPP Domokrat hasil KLB, Jhoni Allen Marbun.
Sementara itu, sebelumnya Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko angkat bicara soal dirinya yang menerima tawaran sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Kongres Luar Biasa (KLB).
Moeldoko mengaku bahwa dirinya tidak serta merta menerima saat didaulatkan menjadi Ketum Demokrat versi KLB
“Saya menerima setelah tiga pertanyaan kepada peserta KLB saya ajukan, dijawab dengan baik oleh rekan-rekan sekalian, ” kata Moeldoko dalam video yang diunggah di aku Instagram pribadinya, Minggu (28/3).
.
Moeldoko mengungkapkan, pertanyaan pertama adakah kesesuaian KLB dengan AD/ART partai Demokrat. Kedua, seberapa serius kader Demokrat meminta dirinya menjadi pemimpin.
“Dan ketiga yaitu bersediakah kader Demokrat bekerja keras, dengan integritas demi merah putih di atas kepentingan pribadi dan golongan,” ucapnya.
Moeldoko menegaskan bahwa jawaban dari arena KLB yang menjadi pertimbangannya untuk menerima permintaan menjadi ketua umum.
“Semua pertanyaan itu dijawan oleh para peserta KLB dengan gemuruh, maka baru saya membuat keputusan, ” kata Moeldoko.
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB