Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Covid-19 Bagi Lansia dan Petugas Pelayanan Publik Aman

0
258
Ilustrasi vaksin Covid-19/ Covid-go.id
Ilustrasi vaksin Covid-19/ Covid-go.id

Jakarta, NAWACITAPOST-Juru bicara (Jubir) Vaksinasi dari Kementeria Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, mengatakan stok vaksin Covid-19 bagi kelompok lanjut usian (lansia) dan petugas pelayanan publik aman. Dengan begitu, program vaksinasi akan terus berjalan.

“Vaksin Sinovac yang telah jadi ada tiga juta, terus ada Sinovac dalam bentuk bulk sebanyak 35 juta dosis, jadi kurang lebih totalnya itu dapat untuk sekitar 33 juta dosis,” kata Siti Nadia Tarmizi, Senin (15/3).

Nadia mengungkapkan, untuk target penyutikan vaksin bagi para lansia disediakan sebanyak 21,5 juta dosis. Sementara untuk petugas pelayanan public pemerintah mengalokasikan sekitar 16,9 juta dosis.

“Ini tentunya kalau kita lihat angka 33 juta pasti tidak cukup, minimal kita butuh vaksinasinya itu adalah 70 juta, jadi kita masih perlu datangan vaksin lainnya pada Maret ini. Masih aka nada 20 juta da nada vaksin dari Astra Zeneca,” ujarnya.

Dia meyebutkan prose distribusi vaksin selama ini berjalan lancar karena dilakukan secara bertahap. Tantangan dalam proses distribusi vaksin terjadi di sejumlah lokasi pengiriman pada daerah terpencil.

“Karena terkait pengiriman melalui darat, itu tidak selalu dapat lancar. Tapi sejauh ini tidak ada kendala yang berarti untuk proses distribusi,” ucapnya.

Terkait ketersediaan stok vaksin, adalah untuk dilakukan. Alasannya orang yang sudah mendapatkan dosis pertama harus dipastikan orang yang sudah mendapatkan dosis pertama harus dipastikan memperoleh dosis kedua, sehingga pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin untuk masyarakat.

Menurut dia, ada selang waktu 14 hari dari pemberian vaksin tahap pertama ke tahap kedua. Sedangkam untuk lansia, ada selang waktu 28 hari dari pemberian vaksin dosis pertama ke tahap kedua.

“Kita melakukan prioritas. Dalam vaksinasi ini ada beberapa prioritas -prioritas yang tentunya kita susun, seperti untuk, lansia hanya di ibu kota provinsi. Semua lansia harus dapat. Jadi kita atur proses distirbusinya,” ucapnya.