Kamis, 4 Juni 2026

Bebas Murni Dari Penjara, Nazarudin Ancaman Nyata SBY – AHY - IBAS  

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 15 Maret 2021 | 14:21 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST  -  SBY jadi Presiden dua periode dan pernah berscokol sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,  kini di minta AHY yang juga anak kandungnya sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai versi Menteng pernah melahirkan kader Demokrat yang korupsi. Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum) Muhammad Nazaruddin (mantan Bendahara Umum ) Angelina Sondakh (Mantan Pengurus), dan Andi Mallarangeng (mantan Caketum).

Baca Juga : Usulan Presiden Tiga Periode, Cara Amien Rais Jerumuskan Jokwi




KINI Nazaruddin dan  Andi sudah bebas. Kisruh Demokrat, keduanya berbeda kubu. Andi ke AHY, Nazaruddin ke Moeldoko. Andi kini punya jabatan elit sebagai Sekretaris Majelis Tinggi Partai. Nazaruddin digadang-gadang sebagai Bendum partai.

Yang membedakan keduanya. Andi begitu getol membela AHY – SBY dalam konteks apapun. Segala serangan dari kubu  Moeldoko (Rawamangun) ditepisnya berkali-kali, tragis tepisannya berbuntut aduan dan bisa menyeret dirinya berurusan dengan hukum lagi. Sementara Nazarudin tak ada kata atau ucapan yang dilontarkan ke media. Hanya ia ada (foto) dalam perhelatan KLB Demokrat Sibolangit.

Jika konteks korupsi dalam Demokrat era Anas. Seharusnya Ibas diduga terseret dalam pusaran tersebut. Logika sederhananya, kenapa hanya Ketum dan Bendum kala itu yang mendekam di penjara, sementara Sekjennya era Anas hingga sekarang bebas berkeliaran malah menjadi Ketua Fraksi Demokrat kubu AHY (Menteng).

JIka Andi begitu bebas, serta leluasa bicara bersihnya Demokrat era AHY. Sepertinya harus dipertanyakan,  jika konteks pada Sekjen Demokrat era Anas. Seperyti disampaikan kubu Moeldoko melalui Rahman Nasution, bahwa pihaknya melaporkan Andi ke polisi karena komentarnya soal Moeldoko pada acara bertajuk "Satu Meja" yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV swasta. Dalam acara tersebut, Andi menyebut Moeldoko haus akan kuasa.

Konteks lainnya. Ketakutan kubu Menteng, sebenarnya bakal adanya laporan Nazaruddin dengan segepok bukti  yang cukup kuat ke KPK tentang Ibas, sebagai saksi nyata atau lainnya. Jadi Moeldoko hanya sasaran antara saja atau pelampiasan AHY – SBY.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB