Gatot Nurmantyo : Menyesal Terlambat Ambil Kesempatan KLB Demokrat

0
472
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo

Jakarta, NAWACITAPOST –  Pasca Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Deli Serdang Jumat 5 Maret 2021. Menetapkan  Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum dan Marzuki Ali Ketua Dewan Pembina. Pencantuman Majelis Tinggi dicoret, dan dalam AD/ART partai hanya berlaku bahwa KLB bisa dilaksanakan oleh dua pertiga DPD dan setengah dari DPC.

Baca Juga : Pasca KLB Demokrat, Kekuatan Kubu AHY Mulai Melemah

SELAIN SBY yang menyebut turun gunung karena adanya kekisruhan yang tak bisa diselesaikan Ketua Umum Partai AHU (Kongres V Mei 2020). Kali ini bisa dikatakan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo keluar dari persembunyian.  Tampilnya Gatot dalam pernyataan diberbagai media, pada intinya ingin membela kubu AHY.

Baca Juga : Bukan Menkumham Tapi Direktur Jenderal AHU Yang Terima Demokrat Kubu AHY, Sinyal Hasil KLB Deli Serdang Disahkan?

Rekam jejak Gatot setelah pensiun dari militer. Mendirikan kelompok KAMI dengan 8 tuntutan  yang memaksa kepada Presiden Jokowi. Inti dari 8 tuntutan KAMI tersebut  kesannya Presiden Jokowi harus diperintah dengan format tuntutan dari kelompok KAMI.  Tragisnya bukan Jokowi yang lengser, malah KAMI  yang lengser dengan sendirinya. Terbukti banyaknya pendirian KAMI yang ditolak oleh masyarakat diberbagai daerah.

Namun, rekam jejak yang tak bisa dihapus juga dari Gatot, ketika Gatot ingin mengajukan pencalonan di Kongres V Demokrat Mei 2020. Hasilnya ditolak, bahkan Gatot tak nampak di arena kongres tersebut.

Jika, Gatot muncul dalam pusaran kisruh Demokrat dengan kesan membela  SBY – AHY. Sepertinya ada berbagai penafsiran yang perlu ditelaah. Dalam panggung depannya (biasanya tak tulus dan penuh intrik dan siasat)  Gatot seakan ingin disebut pahlawan oleh Demokrat kubu AHY. Panggung belakangnya, sepertinya Gatot menyesal kenapa tawaran dari kader Demokrat tak diterimanya untuk melaksanakan KLB.