Beda Pendapat Wakil Gubernur Jakarta Dan Anies, Muluskan Prabowo Subianto

0
102
Gubernur Anies dan Wakil Gubernur Ariza yang mulai terjadi perbedaan pendapat.

Jakarta, NAWACITAPOST – Tindakan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta yang menertibkan sekelompok anak muda saat bermain skateboard dengan cara yang dianggap kasar menurut anak muda tersebut. Dalam unggahan instragram pemain skateboard dengan kalimat “KASAR perlakuan Satpol PP pada skateboarders! Tolong ditindak oknum ini @dkijakarta@aniesbaswedan@jokowi, tulis pemilik akun @insurgentcrew.

Baca Juga : Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?

Setelah video itu merebak di media sosial (medsos) Anies izinkan bermain skateboard di trotoar. Bahkan, Gubernur Jakarta Anies mengundang Satria Vijie pemain skateboard ke kantornya di Balai Kota Jakarta Jalan Medan Merdeka Selatan.

Hal itu diungkapkan oleh Satria di akun Instagram miliknya @satriavijie, Kamis (4/3/2021) melalui unggahan foto dirinya dan Anies. “Terima kasih Pak Gubernur DKI @aniesbaswedan sudah mengundang untuk berdiskusi dan sudah mau menerima banyak masukan dari teman2 skateboarding di IG saya,” tulis Satria sebagai kalimat pembuka pada caption panjang foto tersebut.

Dalam keterangan lebih lanjut pada foto tersebut, Satria membeberkan tujuh poin hasil pertemuannya dengan Anies. Intinya  para skateboarders harus memenuhi aturan yang telah disepakati. Jika melanggar maka siap menerima sanksi, begitulah kira-kira hasil pertemuan para satria (boleh dikatakan mewakili skateboarders)  dan Gubernur Anies.

Rupamya kesepakatan yang dibuat Anies kepada skateboarders dimentahkan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria biasa disapa Ariza. Ariza dengan tegas menyatakan para skateboarders tidak boleh bermain skateboard di trotoar dengan alasan apapun. Alasan Ariza, pasti banyak warga yang keberatan dan protes. Solusi yang diberikan Wagub dari kader Gerindra, bahwa sudah ada tempatnya; GOR (Senayan, Ragunan) dan beberapa GOR di Jakarta (Utara, Selatan, Barat, Timur, dan Pusat) bermain skateboard.

Jadi jelas Gubernur Anies mengizinkan trotoar digunakan untuk bermain skatboard dengan aturan, sementara Wakil Gubernur Ariza menolak dengan tegas trotoar dijadikan tempat bermain skataboard.

Jika ditarik benang merah ada sinyal kuat, bahwa Gerindra sudah tak sejalan dengan kebijakan Anies. Ini juga sekaligus test case bahwa Anies sudah tak punya kekuatan di Parlemen Kebon Sirih.

Masih ingat, dengan  pernyataan Ketua DPC Gerindra Jakarta Ali Lubis dalam twit – nya pada Januari 2021, meminta Anies lengser dari jabatannya. Alasan Ali mengeluarkan pernyataan itu sebagai kritik penanganan Covid-19 di Jakarta oleh Anies. Memang teguran diberikan DPP Gerindra kepada Ali. Namun, sanksi lanjutannya tidak ada. Artinya teguran itulah sanksinya.

Atau bisa juga dalam tataran lain soal beda pendapat tersebut, Gerindra akan ambil alih  kewenangan Anies sebagai Gubernur untuk persiapan menuju 2024. Jadi perbedaan  pendapat itu mulai dicanangkan Gerindra kepada Anies.

Pasalnya, mungkin Anies sebagai ‘penghalang’ dalam memuluskan Menhan menuju pemilu ke – 6  era Reformasi. Ya soal beda pendapat itu, bila dicermati memang atas restu atau seizin Prabowo Subianto sebagai sinyal demi memuluskan dan memantapkannya orang nomor satu Geridra menuju 2024.