Anas Urbaningrum Bebas, SBY Ketakutan

0
408

Jakarta, NAWACITAPOST – Saat orde berkuasa, Anas Urbaningrum (AU) sudah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI)  tahun 1997.  Ditahun yang sama, SBY orang tua dari AHY masih bergelut dan menyandang status militer aktif dengan pangkat Mayjen (Pangdam II Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda), dan ditarik ke Jakarta sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI. Di tahun itu pula Presidennya masih Soeharto. Saat itu pula AHY lulus SMA Taruna Nusantara Magelang, kemudian  masuk Akabri tahun 1997.

Baca Juga : Marzuki Alie Sebut 2024 Partai Demokrat Hanya Dipilih Oleh Pengurus Saja

Secara umur Anas lebih  lebih muda 20 tahun dengan SBY dan lebih tua 9 tahun dengan AHY. Namun secara kematangan politik Anas dewasa, dia bukan wayang melainkan dalang yang sudah tampil dimana-mana dalam situasi apapun. Sementara SBY terlibat politik praktis tahun 2001,  itupun sebagai salah satu deklarator pembentukan Partai Demokrat (PD). SBY menjadi Presiden selama 10 tahun, Anas masih mendekam ditahanan dan baru bebas tahun 2023.

Yang membedakan AU Vs SBY plus AHY dalam berkiprah di pentas politik adalah kedewasaan dalam melihat persoalan secara internal maupun eksternal kepartaian. Saat AU mencalonkan posisi Ketua Umum PD, halangan dan rintang dilakukan SBY. Beredar kabar, SBY punya jagoan, yaitu Andi Malarangeng, dan AU ditawarkan sebagai Sekjen mendamping Andi. Rintangan itu ditepis halus AU. Melalui kongres 3 PD, tahun 2010 di Bandung, Anas menang  dengan mengalahkan Andi dan Marzuki Alie.

Namun, kasus korupsi yang menjeratnya membuat mantan anggota KPU pusat ini harus menerima hukuman di penjara. Dan baru bebas 2 tahun dari sekarang.

Walaupun dalam kerangkeng penjara. Pemikiran politiknya masih tajam dan pengikut tetapnya setia. Instruksi poltik dari penjara pun disampaikan  melalui koleganya. Teman setianya tersebar diberbagai partai. Sebut Saja  Saan Mustofa (Sekretaris Fraksi Nasdem DPR RI),  Gede Pasek (Sekjen Partai Hanura) dan beberapa rekannya. Rasany tak sulit bagi Anas  setelah lepas dari penjara.

Beberapa Partai siap menyambutnya. Kabarnya Partai Perindo besutan Harry Tanoesoedibjo siap menampunngnya dan pasti diberi posisi tinggi di Perindo. Namun, Anas adalah orang setia pada Partai Demokrat. Bukan tidak mungkin cara-cara demokratis Partai yang diatur AD/ART akan ditempuh, bisa melalui Kongres Luar Biasa atau menunggu siklus  masa jabatan partai berkongres non KLB.

Bagi Anas dan pendukung setianya. KLB maupun kongres pasca AHY akan ditempuh. Naluri, ketajaman dan kemampuan dalam bermain politik, Anas salah satu  orang yang bisa membuat pusing SBY apalagi AHY yang belumn terlalu matang dalam berpolitik.

Jadi soal surat AHY ke Istana, yang katanya ada keterlibatan pihak istana adalah rengekan tangisan anak kecil yang  seharusnya tak perlu disampaikan dengan format jumpa pers. Kembali ke soal Anas, dia  (Anas) adalah musuh besar politik SBY yang bagi SBY harus tak boleh ada dalam kepengursan PD, apalagi sampai menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Jadi, Anas boleh dibungkam  dengan penjara. Pemikiran dan sepak terjang politiknya yang ditakuti SBY dan AHY. Intinya dua tahun tak lama, ketika bebas Anas bisa-bisa diberi karpet biru. Ya Cikeas (kediaman pribadi SBY)  pindah ke Duren Sawit (kediaman pribadi Anas).