Sosok Hebat Luar Biasa Johannes Leimena Menolak Jabatan Menteri

0
325

Jakarta, NAWACITAPOST –  Saat kunjungan Presiden Soekarno ke RS Tangerang tahun 1946 –an, ayah kandung Megawati Soekarnoputeri kagum dan mengajaknya bergabung di kabinet. Melalui Perdana Menteri Sutan Shahrir diajak bergabung sebagai Menteri, ditolak oleh Leimena, Namun, bujukan Amir Syarifudin, Leimena pun mau menjabat Menteri, dan  selama 21 tahun dalam 18 kabinet pemerintahan berbeda. Bukan hanya Soekarno yang Presiden Soeharto pun  mengajaknya bergabung di kabinet sebagai Menteri. Namun, Leimena menolaknya secara halus.

Baca Juga : Komjen Muhammad Jasin Bapak Brimob Yang Jujur dan Berani

Dalam buku karya Cindy Adams Bung Karno penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Presiden pertama itu pernah berkata, ambilah contoh Leimena ( baca : Johannes Leimena)  bertemu dengannya (Leimena) intuisi yang begitu kuat dan aku (Soekarno)tidak pernah salah. Leimena kata Bung Karno adalah orang yang paling jujur yang pernah  kutemui. Perkataan Soekarno ini menandakan bahwa Leimena bukan orang sembarangan, Leimena adalah satu-satunya orang Indonesia yang menjabat selama 21 tahun berbagai posisi kementrian di dalam 18 kabinet Pemerintahan Indonesia tanpa absen secara berturut-turut.

Perlu diketahui, bahwa Johannes Leimena lahir di desa negeri Ema, Maluku  tahun 1905  latar belakang keluarga adalah  seorang guru. Pada usia dini,  dia mengikuti Pamannya yang bertugas di Cimahi kemudian Batavia (baca : Jakarta).

Bahkan, Presiden Soeharto meminta Johannes Leimena membantunya sebagai Menteri. Namun, Leimena menolaknya secara halus, meski demikian Leimena diberi jabatan sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) sampai tahun 1973, kemudian dilanjutkan  sebagai Direktur Utama RS DGI (sekarang RS PGI) Cikini, lalu wafat tahun 29 Maret  1977 dalam usia 72 tahun.

Sementara itu tahun 1980 an, Presiden Soeharto mengaminkan pernyataan Presiden pertama RI, Soekarno bahwa Leimena adala contoh pemimpin bangsa yang  sampai akhir hayatnya  masih memiliki keteladanan. Kerukunan, dan kejujuran serta jiwa pengabdian tanah air tanpa pamrih.

Presiden Jokowi pada tahun 2016 menganugerahi gelar pahlawan nasional.  Begitulah sosok hebat luar biasa, Leimena yang menolak jabatan menteri.