Pembentukan Kabupaten Baru Bernama Kepulauan Batu Nias, Foluaha Bidaya : Sistemnya Top Down

0
687
Ephorus BKPN Pdt. Dr. Foluaha Bidaya, S.Th. M.Th

Jakarta, NAWACITAPOST – Ya’ahowu (ucapan salam) Pak. Sorry tadi lagi meeting di Kantor Sinode Gereja Banua Keriso Protestan Nias (BKPN ). Begitulah penggalan kalimat WhatsApp Foluaha Bidaya yang disampaikan kepada nawacitapost, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga : Pembentukan Dati II Baru, Sorni Paskah Daeli : Sudah Tepat, Namanya Kabupaten Kepulauan Batu Nias

“Saya sangat kaget sekaligus sangat semangat sekali karenan selama 13 tahun perjuangan kami dari Kepulauan Batu Nias Selatan, baru kali ini terekspos di tingkat nasional.  Saya sebagai Ketua Umum Panitia mengucapkan banyak terimakasih kepada Nawacitapost yang mulai mengangkat isu ini dipermukaan tanah air. Terimakasih pula kepada bapak Disiplin Manaó, Arisman Zagótó, Yasoaro Zai dan Pak Sorni Paskah Daeli yang memberi dukungan,” ujar Ephorus Sinode BKPN diwhatsApp grup Forum Nias Selatan (Fornisel)  tersebut.

Memang kalau kita samangat. Program nawacita bapak Presiden Jokowidodo, maka Kepulauan Batu inilah yang sangat layak dimekarkan menjadi daerah otonomi baru  (DOB) tahun ini (2021), bila perlu sendiri atau berbarengan dengan Kepulauan Nias (Kepni). Sebab indikator 3T (Terluar, Terdepan, dan terpencil)  itu ada di Kepulauan Batu yang dikenal dengan Pulau 101. Di sanalah ada Pulau Simuk  Pulau Terluar itu, tidak ada lagi kawasan Indonesia.  Setelah Simuk, kita (Indonesia) langsung berbatasan dengan negara luar, tutur Foluaha.

“Sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2014, kami sudah dapat rekomendasi bersama Bupati Nisel dan Ketua DPRD Nisel, kami sudah beberapa kali bertemu dengan Komisi A DPRD Sumut.  Mereka pun sudah turun ke TKP bersama Biro Otonomi Daerah Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) untuk melaksanakan survei kelayakan Kepulauan Batu menjadi 1 DOB. Jadi, kami tinggal menunggu rekomendasi bersama Gubernur Sumut dengan Ketua DPRD Sumut. Kami pun sudah pernah menghadap Biro Otonomi daerah Kemendagri beberapa tahun yang lalu dan sudah disampaikan dokumen di sana (Kemendagri), “ tegas Foluaha.

Menurut Foluaha untuk mempercepat pemekaran Kepulauan Batu jadi Kabupaten dengan sistem Top Down, pungkasnya.

Itu tanggapan saya (Ephorus BKPN Pdt. Dr. Foluaha Bidaya, S.Th, M.Th) pak. Terimakasih.