Pembentukan Dati II Baru, Sorni Paskah Daeli : Sudah Tepat, Namanya Kabupaten Kepulauan Batu Nias

0
405
Tokoh Nias Barat, Dr. Sorni Paskah Daeli M.Si yang juga Ketua Umum IKKBL (Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Lahomi)

Jakarta, NAWACITAPOST – Dambaan masyarakat di Kepulauan Batu menjadi sebuah Kabupaten atau Daerah Tingkat (Dati)  II  baru tak bertepuk sebelah tangan, bahkan bergemuruh kencang dari berbagai tokoh di daerah Kepulauan Nias.

Baca Juga : Pembentukan Kabupaten Hulobatu, Wakil Ketua Umum DPP  Fornisel  Arisman Zagoto : Memenuhi Syarat

JIKA Disiplin F Manau (Nias Selatan yang berkecimpung sebagai PTUN di Jakarta ) menyebutnya dengan kata tepat, Yasoaro Zai (Nias Utara birokrat senior disebuah Departemen di Jakarta) selain mendukung penuh juga perlu ditambah kata Nias Kepulauan Batu, kemudian Arisman Zagoto (Wakil Ketua Umum Fornisel juga anggota DPR fraksi PDS era Presiden ke – 5, SBY) mengatakan dengan tegas memenuhi syarat dengan nama Hulobatu.

Dukungan serupa dinyatakan Sorni Paskah Daeli (tokoh Nias Barat yang juga Balitbang DPP HIMNI 2019 -2023 dan Ketua Umum IKKBL (Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Lahomi). Bagi Soni pembentukan baru itu sudah tepat, memenuhi syarat, dan mendukung penuh juga harus ada kata NIAS-nya. Pasalnya, bahwa kabupaten baru itu habitat (bahasa, budaya dan kehidupan sehari-harinya dari Kepulauan Nias).

Sorni pun bersama tokoh Kepulauan Nias yang berdomisili dimanapun siap berdiskusi secara akademik dan ilmiah ke arah pembentukan kabupaten baru tersebut.

Selain bisa menambah kekuatan keamanan (Terluar- Pulau Simak) dari ancaman pencaplokan wilayah (antisipasi), juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Kepulauan Batu (7 kecamatan).

Apalagi Presiden Jokowi begitu getol dan bersemangat membangun wilayah perbatasan. Maka, jika Kepualan Batu yang ada kata Niasnya ini menjadi Kabupaten Baru,  kekuatan Indonesia di samudera Hindia sangat diperhitungkan oleh negara-negara sekitar yang berbatasan langsung dengan samudera itu.

Jika perlu (diskusi ke arah pembentukan Kabupaten Kepulauan Batu Nias) selain melibatkan para ahli dibidangnya, juga para milenial Kepni, dan paling penting suara para tokoh dan masyarakat Kepulauan Batu perlu didengar dan menjadi perhatian utama, tutur Sorni yang berkiprah dan mengabdi di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( KEMENKO PMK)