Pembentukan Kabupaten Kepulauan Batu, Disiplin F Manao : Sudah Tepat

0
393

Jakarta, NAWACITAPOST – Saat Nias menjadi Kabupaten terdiri dari 13 Kecamatan (8 di Nias dan 5 di wilayah Nias Selatan). Kemudian dimekarkan (ditambah) menjadi kabupaten Nias Selatan dari 5 menjadi 33 Kecamatan, termasuk  wilayah Kepulauan Batu (KB) 7 Kecamatan.

Baca Juga : Ulang Tahun Jokowi, Disiplin Manao Kagum Jokowi, Tidak Terpaku Protokol yang Sangat Kaku

KB Letaknya memang dekat dengan perbatasan Provinsi Sumatera Barat, dan  jauh dari perbatasan Provinsi Sumatera Utara. Jika disebutkan, secara terluar dan terdepan, layak disematkan kepada 7 Kecamatan Kepulauan Batu (KB), Kabupaten Nias Selatan (Nisel).

Terkait dengan terdepan dan terluar, maka itu faktor yang dikehendaki UU Pemekaran Daerah No 23 Tahun 2014.

Dihubungkan dengan Pilkada 2020, kemenangan Hilarius Duha terbesar salah satunya dari KB. Bahkan masyarakat tersebut, kabarnya mendukung pernyataan Hilarius tentang pembentukan KB sebagai kabupaten.

Bahkan salah satu tokoh Kepulauan Nias Dr. Disiplimn F Manao, saat bertemu dengan nawacitapost disebuah acara terbatas , kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/1/2021) mendukung langkah itu.

Menurut Manao, KB dimungkinkan menjadi Kabupaten karena SDM serta SDA nya ada dan potensial. Meskipun pemerintahan dibawah kepemimpinan Hilarius Duha memberi perhatian, tapi luasnya cakupan Nisel yang terdiri dari 33 kecamatan, bisa dimungkinkan atau tepat KB menjadi anak kandung daerah Nisel sebagai Kabupaten baru.

Apalagi pernyataan Presiden Jokowi diperiode pertama dan periode kedua berjalan ini. Mengharuskan adanya pos-pos keamanan di daerah perbatasan terdepan dan terluar. Maka KB punya wilayah itu.

Memang Sampai saat ini ancaman secara pencaplokan wilayah KB dari negara luar belum ada. Tapi acap kali kapal pesiar negara luar bisa seenaknya berhenti di wilayah perairan KB, dan masyarakat KB tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak mendapat manfaat juga. Pasalnya, semua keputusan ada di Jakarta (Pejambon – Kemenlu dan pemerintah Indonesia).

Sehingga, jika KB menjadi Kabupaten, gangguan (kapal pesiar) berlabuh di KB bisa dirurusi dan diputuskan oleh Kabupaten baru (baca KB). Sebab, di KB banyak ratusan pulau, dan sebagian pulau belum dan tidak dihuni manusia.

Kabar berhembus memang. Diharapkan penambahan Kabupaten Baru bersamaan dengan Kepni menjadi Provinsi. Ibaratnya, sekali mendayung, satu dua pulau terlampaui. Poinnya adalah secara matematika politik, hitungannya (Provinsi) bisa tepat, jika meleset hanya penundaan belaka.

Yang jelas dan pasti, meminjam pendapat Manao bahwa KB sebagai Kabupaten bukan hanya mendesak dan harus, tapi bisa dan tepat.

KB yang terdiri dari 7 Kecamatan saja sudah menjadi pendukung utama Kepni sebagai Provinsi. Suara itu semakin nyaring terdengar jelas dan bisa menjadi perhatian, kala KB nanti menjadi sebuah Kabupaten?

Terdengar kabar juga bahwa, beberapa waktu sebelumnya. Mencuat keinginan masyarakat wilayah Nias Tengah dan Nias Timur untuk menjadi Kabupaten tersendiri? Namun dua wilayah itu bisa saja menyusul?