Jakarta, NAWACITAPOST – Hadiah terindah atau boleh dibilang istimewa bagi yang dipenjara adalah kalau tidak bebas dikurangi masa potong tahanan atau remisi.

Baca Juga : Kakanwil Sumbar: Saat ini Kemenkumham Sumbar Fokus Benahi Pemasyarakatan dan Imigrasi

Demikian yang dialami penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II A Padang.  Yang mana  penghuni beragama Kristen dan Katolik mendapat remisi. Sebanyak 54  Narapidana mendapatkannya.

 

Remisi  tahun 2020 tersebut diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Barat R. Andika Dwi Prasetya dengan didampingi dan dihadiri  Kepala Divisi Pemasyarakatan Budi Argap Situngkir, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pariaman serta pemuka Agama Kristen.

Kakanwil dalam membacakan sambutan Menkumham RI menyampaikan bahwa pemberian remisi khusus Natal ini merupakan bagian dari Resolusi Pemasyarakatan. “Pemberian Remisi Khusus Natal juga merupakan salah satu puncak Resolusi Pemasyarakatan, yaitu pemberian hak remisi Kepada Narapidana dan Anak. Deklarasi Resolusi Pemasyarakatan yang digaungkan awal tahun telah menjadi sebuah kebijakan yang responsif sekaligus komitmen untuk melakukan penataan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik” sebut Andika.

Remisi Natal merupakan hak setiap Narapidana yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai peraturan perundang-undangan. Namun remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, diharapkan juga dapat meningkatkan keimanan dan motivasi bagi narapidana untuk menjadi lebih baik.

Remisi di hari Natal bagi narapadana selain kado juga obat yang bila dihitung secara matematis pengurangan masa hukuman dan secara psikologis semakin dekat untuk bertemu keluarga.

 

 

 

 

Baca juga :  Kemenkumham Jabar Hadiri Arahan Tugas Dan Diskusi Aksi Afirmasi Produk Dalam Negeri Dari Sekjen Kemenkumham RI