Owo Nias Bertajuk Lailo Nusantara, Menkopolhukam Mahfud MD : Seni Itu Mempersatukan Bangsa

0
298
Mafud Md Di Lailo Nusantara : Seni Mempersatukan Bangsa

Jakarta, NAWACITAPOST –  Bertempat  di hotel  Sofyan, Menteng Jakarta Pusat,  Suara Owo Nias atau Perahu Nias,  Sabtu  (12/12/2020)  mengadakan acara secara live on Streaming – Desember 2020 – dengan tajuk Lailo  Nusantara atau seruan nusantara, juga pengumuman pemenang festival lagu Nusantara untuk Indonesia Raya. Tak lupa Alaska Band turut memeriahkan acara tersebut.

Baca Juga : Bupati Nias: Badan Pengurus Pemekaran Kepulauan Nias Sudah Tepat Dievaluasi

Lagu Indonesia Raya menjadi nyanyian wajib dalam setiap acara apapun, termasuk acara Owo Nias tetap berkumandang dan menjadi pembuka di acara itu.

Lalu  diteruskan dengan lagu Tanò  Niha Banua Somasido yang dipandu oleh Yuliana Diliami Wau biasa disapa Ina  Redempta. Tanò Niha ini  merupakan lagu kebanggaan masyarakat Nias. Artinya Tanah Nias Tanah yang Kusuka dan Kucintai.

Sementara itu Ketua  Owo Nias,  Constant Giawa dalam sambutannya, berterima kasih kepada komunitas  Owo Nias yang mempunyai semangat  Bhineka Tunggal  Ika.  Constant melanjutkan agar kita senantiasa punya semangat  yang tinggi,  sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik.

Tambah Constant kepada elemen masyarakat yang terlibat dalam kegiatan Owo Nias. Khususnya para donatur yang berkontribusi, baik materil maupun moril.

Ketua Owo Nias Konstan Giawa

Termasuk  dari Menkopolhukam  Mahfud  MD, MenPAN RB Tjahyo Kumolo, Gubernur Jawa  Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTT Victor  Laiskodat, dan Gubernur  Riau.

Ditempat terpisah melalui Video yang dikirim ke Owo Nias Menkopolhukam Mahfud  MD menyampaikan seni adalah salah satu media mempersatukan bangsa. Mahfud, mendukung setiap kegiatan kegiatan positif anak bangsa.

Sementara itu sambutan para undangan, Pdt. Marihot Siahaan sangat berterima diundang dalam  acara Owo Nias dan bahkan meninggalkan kegiatannya yang sudah terjadwal sebelumnya yang  semestinya dia yang memimpin kegiatan tersebut, tetapi itu  dilakukan demi Owo Nias.

Marihot sangat  bangga  dan  Apresiasi  kepada  semangat  dan  Niat  baik  Constant  Giawa dengan  keterbatasan  dengan  kondisi  sebagai  tuna  netra  mampu  melakukan  hal  hal  yang besar, pungkasnya.

Komunitas Suara Owo Nias

Kali ini tiba dalam acara yang di Nanti nanti oleh peserta festival  dan Para  undangan  yang  hadir. Sebelum  diumumkan  para  juara  festival, terlebih  dahulu  para juri   yang  juga  bergabung  KOKAIN ( Komunitas Karawitan Indonesia)( Bens Leo, Embi C. Noer, Gilang Ramadhan, Trie Utami, Dermawati Lase ) menyampaikan beberapa masukan dan kritikan serta kriteria dalam penilaian untuk masuk kategori nominasi kepada peserta lomba.

Salah  satu  dari  tim  juri  menyampaikan  kegiatan  kegiatan  semacam  ini  dia  sangat  senang  bahkan  di masa  pandemi  ini sering  melakukan  kegiatan  di daerah sebagai  juri dengan  protokol  kesehatan  yang  ketat.

Para  Juri  juga  berpesan  agar  seni  budaya  Nusantara  harus  dilestarikan  jangan  sampai  tergerus  dengan  budaya  asing, jelas Gilang Ramadhan.

Berikut daftar pemenang kategori pelajar: Juara 1. Spenma choir  SMPN 5 Cirebon Jawa Barat,                              Juara 2. Solideo Voice SMA Gajah Mada Medan – Sumut, dan Juara 3. SMPN 2 Belinyu Bangka Belitung.

Sementara Pemenang kategori mahasiswa / umum:  Juara 1. Sanggar Seni Mandiri  Sulawesi Utara, Juara 2.Komunitas Teater Mata Ende Flores- NTT, dan Juara 3. Sanggar Oloh Guwel Gayo – Aceh

Sedangkan Penerima Trophy Harmoni Kebhinekaan adalah : Sanggar Seni Mandiri (Sulawesi Utara)

Di penghujung  acara  Owo Nias, Constant  Giawa  mempersembahkan  sebuah  lagu  untuk  seorang Ibu yang dimanifestasikan dalam lantunan lagu Siomamae dan  kemudian Giawa mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah terlibat dalam  kegiatan tersebut dan memohon maaf atas segala kekurangan dan kelemahan yang  terjadi, tuturnya.

Ketika ditemui nawascitapost usai acara, Ketua Owo Nias, Constant menceritakan bahwa kegiatan ini  terinspirasi  dari  anak milenial yang suka berkumpul dan bernyanyi. Maka dirinya mencoba untuk menyalurkan bakat para milenial khususnya masyarakat Nias yang ada di Jabodetabek sehingga terbentuklah komunitas suara Owo Nias ini pada  tahun  2011, jelasnya.

Salah satu personil suara Owo  Nias yang masih  duduk  dibangku kelas IV SD sangat  senang dengan kegiatan ini walaupun lahir di Jakarta tapi mampu melantunkan lagu daerah, ujar Redempta  Manaò.

Constant juga berharap, kegiatan ini perlu dilestarikan guna mengedukasi generasi yang  akan datang.

Maka dukungan pemerintah dan pihak terkait lainnya  sangat dibutuhkan dalam kegiatan positif seperti ini.  Terutama yang dilakukan masyarakat Indonesia, tandas Konstan.  kornelius  wau