Mensos Juliari Batubara Korupsi Bansos Covid-19

0
450
Mensos Juliari Batubara Korupsi Bansos Covid-19

Jakarta, NAWACITAPOST – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Sosial alias Mensos, Juliari Batubara sebagai tersangka kasus suap bantuan sosial (bansos) virus Corona (COVID-19). KPK juga menetapkan 4 orang lainnya sebagai tersangka. Hal ini langsung dibenarkan oleh Ketua KPK.

Filri mengatakan pada Minggu (6/12/2020). Pihaknya menerima informasi adanya dugaan penerimaan oleh sejumlah penyelenggara negara. “Penyerahan uang akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 Desember 2020, sekitar jam 02.00 WIB di salah satu tempat di Jakarta,” kata Firli dalam konferensi pers di KPK.

Dalam OTT tersebut, KPK menemukan uang dengan sejumlah pecahan mata uang asing. Masing – masing yaitu sekitar Rp 11,9 miliar, sekitar USD 171,085 dan sekitar SGD 23.000. KPK menetapkan lima orang tersangka dalam kasus korupsi bansos Corona di Kemensos. Hal itu diampaikan langsung Ketua KPK, Firli Bahuri.

Foto : Uang dalam koper

Baca Juga : Kunjungi Calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, Pangdam III Siliwangi dan Kapolda Banten Pastikan TNI-Polri Netra

Diduga sebagai penerima suap yakni Juliari Batubara selaku Mensos, Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen di Kemensos, Adi Wahyono
Diduga sebagai pemberi, Ardian IM selaku swasta dan Harry Sidabuke selaku swasta.

Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang – Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan Mensos Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Adapun Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 20 4 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang – Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

KPK menyebutkan, bahwa ada uang senilai Rp 8,8 miliar yang diduga untuk keperluan Juliari. Uang tersebut adalah pelaksanaan paket sembako periode ke dua bulan Oktober hingga Desember 2020.

“Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan saudara JPB,” kata Firli.

Lanjut Firli, dari OTT ini ditemukan uang pecahan rupiah. Selain itu, juga ada dolar Amerika dan dolar Singapura. “Dari hasil tangkap tangan ini ditemukan uang dengan pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing, masing – masing sejumlah sekitar Rp 11,9 Miliar, sekitar USD 171,085 dan sekitar SGD 23.000,”jeas Firli.

Kini KPK telah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos). Penahanan dilakukan selama 20 hari terhitung dari tanggal penetapan. “Saudara MJS ditahan di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. Kedua saudara AIM ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Yang ketiga saudara HS ditahan di Rutan KPK Kavling C1,” tegas Ketua KPK Firli Bahuri.

Foto : Juliari di Gedung KPK

Para tersangka ditahan selama 20 hari setelah ditetapkan sebagai tersangka. Penahanan terhitung sejak 5 Desember 2020. “Para tersangka kita lakukan penahanan saat ini dilakukan penahanan di rumah tahanan negara selama 20 hari pertama. Terhitung sejak tanggal 5 Desember 2020 sampai dengan 24 Desember 2020,” ucap Firli.

Pada kasus dugaan suap ini, KPK mengamankan total uang sejumlah Rp 14,5 miliar. Awalnya KPK mendapatkan informasi akan adanya penerimaan sejumlah uang oleh pejabat Kemensos pada Sabtu (5/12/2020) sekitar pukul 02.00 WIB. “Uang sebelumnya telah disiapkan AIM dan HS di salah satu apartemen di Jakarta dan di Bandung, yang disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang jumlahnya sekitar Rp14, 5 Miliar,” ujar Firli.

Uang tersebut kata Firli, rencananya akan diserahkan kepada MJS, AW dan Mensos JPB yang diwakili oleh SN dan MJS. Firli menyebut pihak KPK kemudian menelusuri terkait pemberian uang tersebut dan mengamankan MJS dan SN serta pihak lainnya di beberapa tempat. Termasuk sejumlah uang yang dijanjikan.

“Selanjutnya Tim KPK langsung mengamankan MJS, SN dan pihak-pihak lain di beberapa tempat di Jakarta untuk selanjutnya pihak-pihak yang diamankan beserta uang dengan jumlah sekitar Rp 14,5 miliar dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Firli.

Berdasarkan hasil OTT ini ditemukan mata uang rupiah hingga mata uang asing. Rinciannya Rp 11,9 miliar, USD 171.085, dan sekitar SGD 23.000. “Dari hasil tangkap tangan ini ditemukan uang dengan pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing, masing – masing sejumlah sekitar Rp 11, 9 Miliar, sekitar USD 171,085 (setara Rp 2,420 M) dan sekitar SGD 23.000 (setara Rp 243 juta),” ujarnya.

KPK memamerkan sejumlah pihak yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait bantuan sosial (bansos) penanganan virus Corona. Ada tiga orang yang dipamerkan KPK terkait OTT bansos Corona ini. Pantauan media, di gedung Merah Putih, jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, (6/12/2020), sekitar pukul 01.00 WIB, ada tiga orang yang mengenakan rompi oranye KPK. Mereka nampak dijejerkan dengan menjaga jarak.

Foto : Para Tersangka

KPK memamerkan ketiga orang ini dipimpin oleh Ketua KPK Firli Bahuri yang mengenakan jas warna biru gelap. Nampak pula ada Jubir KPK Ali Fikri. “Ada enam orang kita amankan,” kata Firli Bahuri. Namun, KPK hanya memamerkan tiga orang yang mengenakan rompi oranye dalam jumpa pers ini. Mereka tampak jalan keluar dari dalam gedung KPK menuju lokasi jumpa pers.