Peringati Hari AIDS Sedunia 

0
1143
Peringati Hari AIDS Sedunia 

NAWACITAPOST- Hari AIDS Sedunia diperingati pada 1 Desember. Momen ini menjadi pengingat bahwa HIV-AIDS masih jadi salah satu masalah utama kesehatan global. Dalam mengatasi AIDS, dunia sesungguhnya telah membuat kemajuan signifikan sejak akhir 1990-an. Namun, hingga saat ini, AIDS masih saja jadi masalah kesehatan global yang utama.

Seperti banyak masalah kesehatan lainnya, AIDS juga menghadapi berbagai tantangan di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, pada peringatan kali ini, Hari AIDS Sedunia 2020 mengambil tema ‘Resilience and Impact‘, mengingatkan komunitas AIDS di dunia untuk meningkatkan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Hari ini, ketahanan yang telah membawa kita sejauh ini sedang diuji dengan cara yang baru dan berbeda. Ketahanan diperlukan untuk menghadapi tantangan lanskap kesehatan global yang berubah dengan cepat, dan untuk bertahan dalam menghadapi ketidakpastian,” tulis catatan dalam laman AIDS 2020.

Baca Juga : Presiden Minta Perhatian Khusus Terhadap Peningkatan Kasus COVID-19 di Dua Provinsi

Mengutip laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), layanan pencegahan, pengujian, pengobatan, dan perawatan HIV-AIDS di dunia mengalami gangguan di tengah pandemi. Gangguan terutama muncul di negara-negara dengan sistem kesehatan yang rapuh. Padahal, setiap gangguan dan perlambatan dalam penyediaan layanan ini akan membuat banyak orang ditempatkan dalam kelompok rentan risiko infeksi HIV dan meningkatkan kematian akibat AIDS.

Pada kesempatan kali ini, WHO bergabung dengan mitra untuk memberikan penghormatan kepada semua orang yang bekerja untuk tetap menyediakan layanan HIV. WHO juga menyerukan para pemimpin negara untuk menggalang solidaritas global demi mempertahankan layanan penting HIV selama pandemi Covid-19 dan seterusnya.

“Ini adalah seruan untuk fokus pada kelompok rentan dan memperluas cakupan ke anak-anak dan remaja,” tulis WHO.

WHO mengatakan, dunia perlu memastikan kelanjutan penyediaan layanan HIV untuk kelompok anak, remaja, dan populasi kunci. Populasi kunci termasuk di antaranya pengguna narkoba, orang yang berhubungan seksual dengan sesama jenis, pekerja seks komersial, transgender, dan kelompok narapidana di Lapas yang rentan terinfeksi HIV.

“Kita semua dapat berkontribusi pada upaya penanggulangan AIDS dan menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih sehat,” tulis WHO.

Hingga tahun 2019, WHO mencatat ada sekitar 38 juta orang dengan HIV-AIDS, dengan sekitar 690 ribu dilaporkan meninggal dunia. WHO juga mencatat sebanyak 1,7 juta kasus baru HIV pada 2019. Sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 349.882 orang hidup dengan HIV-AIDS pada 2019 lalu. Pada tahun ini, Kemenkes mencatat kasus HIV baru sebanyak 21.220 dengan 70 persen di antaranya terjadi pada kelompok usia produktif (25-49 tahun).

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, yang dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Pada tahap akhir, infeksi HIV bisa berujung dengan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) yang bisa menyebabkan kematian.