Wakil Kepala BPIP, Prof Haryono: Orang Toleran Cenderung Bahagia dan Selalu Sehat

0
138
Wakil Kepala BPIP, Prof Haryono (tengah), (foto BPIP)

Jakarta, NAWACITAPOST – Toleransi adalah kunci utamama manusia bersikap untuk saling menghormati dan menghargai.  Bisa antarindividu maupun antarkelompok. Sikap ini sangat dijunjung tinggi di Indonesia. Bahkan tertuang dan termaktub dalam hukum negara.

Baca Juga : Menangkal Radikal, Ulama NU Jadi Pilihan Utama Menteri Erick Khotbah Di Masjid BUMN

YANG pasti dengan toleransi diskriminasi tidak terjadi. Sebab bentuk sosial  menjadi penjaga keutuhan persaudaraan, tanpa memandang perbedaan.

Terkait toleransi manfaatnya merasa bahagia dan selalu happy dalam setiap kesempatan dimanapun dirinya berada.  Demikian penyampaian Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Haryono dalam seminar daring di Akademi Militer (Akmil) magelang, bertajuk Eksistensi Pancasila dalam Mencegah Disiintegrasi Bangsa dan Intolerani melalui  Bela Negara Rabu 18 Nopember 2020.

Haryono memberi contoh, Ketika kita kuliah dan memiliki prinsip keagaamaan yang sempit, maka kecurigaan selalu menghantui. Bahkan berucap dalam hati dan berntaya kepada temannya sambil berbisik-bisik. Dosen saya itu agamanya apa ya, teman saya duduk di kelas ini agamanya apa ya. Jadi gara-gara intoleran, pikirannya sudah enggak bahagia,” ujarnya.

Pancasila adalah landasan negara yang memayungi toleransi dalam kita bersikap. Aplikas atau pengamalan pancasila perlu dilakukan. Sehingga memiliki tumbuh kembang yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak. Dan aplikasi tidak hanya fisik, psikologis juga.

Bahkan setelah diaplikasikan Pancasila,  kita tumbuh dengan baik. Bisa dikatakan  orang yang menyukai dan mengamalkan Pancasila orangnya pasti selalu, tuturnya.

Selain Prof Haryono, hadir sebagai narasumber adalah Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam S; Plt Deputi Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP Ani Purwanti; Dosen Fakultas Hukum Undip Nur Rochaeti. Hadir pula narsum secara daring yaitu Prof Muladi (Guru Besar Undip Semarang), Brigjen TNI Fahrid Amran (Direktur Sumber Daya Pertahanan Kemenhan), dan M Akbar Hadiprabowo (Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP).