Soal Pemeriksaan Gubernur Jakarta Di Polda, Din Syamsuddin Bak Pahlawan

0
258
kiri ke kanan ; Deklarator KAMI, Din Syamsuddin, dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, NAWACITAPOST – Pemanggilan dan pemeriksaan Gubernur Jakarta Anies Baswedan oleh Polda Metro Jaya, pada Selasa (17/11/2020). Terkait kerumunan di acara FPI, Habib Rizieq Shihab. Sudah selesai dilaksanakan, dari 33 pertanyaan menjadi 23 Pertanyaan dan 9 jam diperiksa.

Baca Juga : Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Terancam Diberhentikan dan Dipenjara 1 Tahun

PERNYATAAN mempertanyakan kembali dilontarkan deklarator KAMI, Din Syamsuddin. Din menilai pemeriksaan Gubernur itu baru terjadi  dan menjadi preseden buruk. Lontaran tambahan,  seakan menjadi amunisi Din untuk lebih giat dan gencar menyampaikan, bahwa dirinya tepat dicap sebagai orang yang selalu bersebrangan dengan Jokowi. Bahkan, kata DIn lagi, sepertinya tidak ada pemeriksaan terhadap Gubernur lain yang wilayahnya terjadi kerumunan serupa.

Kata Din, pemanggilan ini kental nuansa politisnya, Bahkan bisa jadi bumerang.

Padahal, kita tahu bersama. Bahwa konstitusi negara kita dengan tegas  berkata, semua warga negara berkedudukan sama dimata hukum. Termasuk pemanggilan Gubernur Anies.

Nampaknya, Deklarator KAMI ini selalu berseberangan dengan pemerintah pusat. Bisa dikatakan mungkin belum move on. Mungkin masih ada ganjalan yang tersisa. Penangkapan 9 petinggi KAMI masih membekas baginya. Namun, upaya pembelaan tak pernah dilakukan terhadap 9 orang itu. Hanya ungkapan prihatin dan kecewa saja kepada pemerintah. Upaya hukum dari Din tak pernah dilakukan kepada yang ditangkap tersebut.

Terkait Anies, sepertinya Din ingn menjadi pembela Aniesw atau mungkin ingin menunjukan kepada pendukungnya, bahwa dirinya adalah orang-orang yang selalu membela. Walaupun kenyataannya berseberangan dengan pemerintah Jokowi kerap ditonjolkan.

Kesannya, padahal pemanggilan dan pemeriksaan Anies ini. Sudah menggunakan standar aturan yang berlaku. Jelas perihal undangan dari Polda kepada Anies, diperiksa terkait kerumunan.

Bisa dibayangkan, jika Anies langsung ditahan. Cibiran dan mungkin hujatan langsung diarahakan kepada Jokowi, Terbukti Anies tersenyum, ceria, dan gembira begitu selesai diperiksa Polda Metro Jaya.

Nampaknya deklarator KAMI ini selalu menunggu tindakan pemerintahan Jokowi melakukan hal-hal seperti tersebut. Termasuk pemeriksaan mungkin penangkapan terhadap koleganya.

Ada dua hal yang dimainkan Din. Kepada pihak atau kelompok yang selalu berseberangan dengan pemerintah Jokowi, bahwa dirinya adalah berada digaris terdepan atau bisa disebut pahlawan memebela kelompok itu. Hal kedua, mungkin ingin menjadi bagian dari pemerintah dengan cara-cara selalu berkonfrontasi terhadap pemerintah. Dua hal ini bisa benar atau mungkin juga bisa hanya wacana saja.