Baca Juga : Meredam Khilafah, BPIP Perlu Ada
SETELAH lama terhenti. Presiden Jokowi punya niat dan langkah baik bagi Kemajemukan, Toleransi, dan Kebangsaan. Melalui Badan Pembina Ideoloigi Pancasila (BPIP), nilai-nilai itu kini dihadirkan. Sejumlah tokoh bangsa, agama, dan intelektual duduk dalam lembaga ini. Presiden kelima Megawati Soekarnoputeri, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno, Ketua Umum Nahdatal Ulama, Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Mantan Ketua Umum PGI, KWI, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Kebhinekaan komposisi dalam struktur BPIP ini menggambarkan wajah Indonesia yang sangat menjunjung tinggi nilai Pancasila.
Bahkan elemen masyarakat dilibatkan dalam pengembangan dan penerapan nilai-niali Pancasila. Maksud dan tujuannya supaya benar-benar bisa tepat pada sasaran. Sehingga keadilan dan manfaatnya dapat dirasakan juga dinikamati.
Terkait itu, BPIP menggandeng sejumlah komunitas Seni dan Budayawan dari Sabang sampai Merauke untuk membumikan nilai-nilai Pancasila.
Maka, diwujudkan dengan kerjasama dengan tema mufakat gotong royong tersebut dilaksanakan pada momentum Hari pahlawan, Selasa 10 November 2020 di ruang rapat BPIP.
Kepala BPIP, Prof. K.H Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Bidang Pembudayaan. Kiranya, dapat memberikan dampak baik dalam upaya-upaya pembumian nilai-nilai Pancasila.
Hal senada disampaikan Direktur Pembudayaan BPIP Irene Camelyn Sinaga, AP., M.Pd. Mufakat gotong royong ini merupakan tindak lanjut pada tahun sebelumnya. Sebab, mufakat tidak pernah membedakan usia, suku, bangsa . Itu sesuai dengan sila ke 4 Pancasila, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijakasanaan dalam permusawaratan dan perwakilan.
Sementara itu Pusat Kajian Budaya Makara UI Zastrow Ngatawi menegaskan pihaknya akan konsen dalam terlibat mufakat gotong royong ini, karena ia menilai Pancasila merupakan faktor terpenting dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
Zastrow menegaskan, konsen terlibat dengan BPIP. Karena Pancasila merupakan faktor penting dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
Selanjujtnya pembumian Pancasila melalui pembudayaan terhadap mahasiswa akan terus digelorakan. Lebih dari itu bisa dipraktekan.
Makara berharap strategi yang digunakan ini dapat diterima dan dipahami oleh mahasiswa khususnya umumnya masyarakat luas. Dengan melanjutkan kegiatan seni budaya, diharapkan memberikan penanaman Nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa.
Selain dengan Pusat Kajian Budaya Makara UI kerjasama juga melibatkan Multiversitas Nusagoro Nusa Taman Bali dan Bazarti Gembrong Sari.
Terkait kerjasama membumikan Pancasila dalam bidang Budaya. Kepala BPIP, Yudian siapa saja bisa. Yang penting, mengedepankan dan mengutamakan Pancasila sebagai Rumah utama Indonesia berkiprah.