Pandemi Covid – 19,  BNI 46 Tetap Melayani Negeri Untuk Kebanggaan Bangsa    

0
545
BNI 1946

Jakarta, NAWACITAPOST – Margono Djojohadikusumo adalah kakek dari Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto yang mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) 1946 pada Juli 1946. Bank ini pasti ada di kampus seluruh Indonesia, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta.

Baca Juga : Berantas Covid 19, Doni Monardo : Protokol Kesehatan Harga Mati

TAHUN 2019, jumlah jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) 18.659,  pegawainya (tetap, kontrak dan traine) 27.211, bahkan di setiap kecamatan sudah ada kantor BNI 46. Diluar negeri BNI 46 sudah ada di 6 negara, yaitu Singapore, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Inggris serta negara Eropa lainnya.

BNI 1946

Ada hal yang dialami pada situai pandemi covid ini. Kantor BNI sebagian besar di daerah tutup kalaupun buka dibatasi dan jam operasional terbatas serta diterapkannya protokol kesehatan secara ketat. Sedangkan transaski seperti di daerah Jambi,  agen 46 BNI sebulan mencapai 10 ribu, jika tidak pandemi hanya 9 ribu transaksi.  Penggunaannya untuk beli pulsa, bayar BPJS, listrik, dan pembayaran multifinance.

Bahkan selama masa pandemi ini, kebutuhan layanan perbankan digital semakin meningkat, antara lain BNI Mobile Banking yang menjadi salah satu preferensi utama bagi nasabah untuk bertransaksi. Hingga September 2020, volume transaksi melalui BNI Mobile Banking tumbuh 80,4% yoy. Adapun jumlah transaksi meningkat dari 142 juta pada Kuartal 3 tahun 2019 menjadi 211 juta transaksi pada Kuartal 3 tahun 2020 atau meningkat 48,1%, jelas website resmi bni.co.id.

Masih di website resmi bni.co.id. Kedepannya layanan perbankan digital akan semakin menjadi ujung tombak. Pengembangan Digital Banking akan dilakukan tidak hanya untuk menghasilkan produk dan layanan keuangan digital yang mendukung inklusi keuangan dan meningkatkan customer engagement, namun juga digitalisasi pada proses bisnis internal yang melahirkan produktivitas dan efisiensi.