Doni mengatakan pada Senin (2/11). Pandemi yang disebabkan oleh SARS Cov-2 ini telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat. Perubahan selama masa pandemi Covid-19, memaksa masyarakat untuk menghadapi tantangan-tantangan baru dalam kehidupan sehari-hari. "Pada saat seperti ini, perubahan perilaku serta kesadaran masyarakat dinilai sangatlah penting. Kepatuhan menjalankan protokol kesehatan 3M dapat memutus rantai penularan dan menekan angka penyebaran Covid-19," ucapnya.
Baca Juga : Trump Ancam Gugat Biden
Lanjut Doni, satgas penanganan Covid-19 tidak dapat bergerak sendiri sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, media, masyarakat, pelaku usaha, dan akademisi untuk menjalankan perannya. Di samping itu, diperlukan strategi yang terintegrasi dan terarah, lalu diikuti koordinasi yang solid antar satgas secara berjenjang sehingga perubahan perilaku dapat terjadi.
"#SatgasCovid19 telah membentuk Bidang Perubahan Perilaku yang diharapkan dapat menjadi garda terdepan bagi satgas daerah dalam penanganan Covid-19," sambungnya.
Bidang tersebut bertugas memastikan peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan menghindari kerumunan, serta #cucitangan pakai sabun dan air mengalir. Kebiasaan 3M harus menjadi budaya agar Indonesia mampu memenangkan peperangan melawan Covid-19. "Kenali dirimu, kenali musuhmu, kenali medan perangmu. Seribu kali kau berperang, seribu kali kau menang. Ungkapan tersebut relevan dengan upaya kita menyusun strategi menghadapi Covid-19 ini," ujarnya.
Dengan menyadari bahwa Covid-19 adalah musuh masyarakat yang 'tak tampak', lanjut Doni, 3M menjadi strategi utama yang harus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Dalam melakukan penanganan pandemi, Satgas membuat pelaksanaan kegiatan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.