Jumat, 5 Juni 2026

Jokowi Akan Bangun Industri Raksasa Keuangan Syariah

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Kamis, 29 Oktober 2020 | 16:08 WIB
NAWACITAPOST- Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah tengah membangun raksasa industri keuangan syariah. Potensi menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Jokowi menyampaikan bahwa ini adalah momentum Indonesia untuk membuat peta jalan ekonomi syariah yang jelas dan mendetail ke depannya. Langkah-langkah konkret yang dimaksud, lanjutnya, harus segera dieksekusi dalam mengembangkan ekonomi dan industri keuangan syariah raksasa tersebut.

"Industri keuangan syariah adalah raksasa yang sedang 'tidur'. Saat ini pemerintah memiliki concern besar untuk membangkitkan raksasa ini," katanya lewat virtual conference pada Rabu (28/10).

Pemerintah juga tengah menyiapkan bank syariah terbesar di Indonesia dengan meleburkan tiga BUMN Syariah, yakni PT BRI Syariah Tbk, PT BNI Syariah, dan PT Bank Mandiri Syariah. Hingga semester pertama 2020, total dari aset ketiga BUMN syariah sebesar Rp214 triliun. Angka fantastis tersebut dianggap sebagai modal besar untuk membangkitkan ekonomi syariah di negara muslim terbesar dunia.
Baca Juga : Fachrul Razi : Menghina Simbol Agama Bentuk Kriminal

Jokowi menyebutkan bahwa, Indonesia harus dapat menangkap peluang yang ada. Tidak boleh kalah dari negara lain. "Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus bisa menangkap peluang ini, saya tekankan lagi harus bisa menangkap peluang ini," imbuhnya.

Agar tak kalah dari negara lain, ia ingin Indonesia bisa mengakselerasikan percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia maju dan upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global. "Pemerintah telah memiliki komite nasional ekonomi dan keuangan syariah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah dengan strategi besar melakukan penguatan halal value chain (rantai pasokan halal)," tuturnya. (CNN).

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini