Doni Monardo : Kondisi Sungai – Sungai di Pulau Jawa Sangat Kritis

0
157
Doni Monardo : Kondisi Sungai - Sungai di Pulau Jawa Sangat Kritis

NAWACITAPOST– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menyatakan, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) saat ini sebagian besar sungai-sungai, terutama di Pulau Jawa kondisinya sudah sangat kritis. Hal ini disampaikan Doni dalam diskusi secara virtual “Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi” dari Telaga Saat, Megamendung, Bogor, Selasa (20/10/2020).

Dia mengatakan. Data yang ada dari Kementerian LHK, sebagian sungai-sungai, terutama sungai-sungai besar di Pulau Jawa kondisinya sudah sangat kritis. Tentunya dibutuhkan tingkat kepedulian lebih tinggi dari semua pihak, pihak pemerintah, pemerintah daerah, kemudian komunitas, termasuk juga kalangan dunia usaha. Pasalnya, sungai sudah menjadi tempat pembuangan raksasa, terutama limbah-limbah pabrik.

Baca Juga : Seorang Ayah Tega Aniaya Anak Kandung Usia 5 Bulan, Kini Diburu Polisi

“Karena sebagian besar limbah-limbah yang dari pabrik terutama, itu tanpa melalui proses pengolahan yang sesuai aturan, itu langsung dibuang saja sungai. Jadi sungai itu menjadi tempat pembuangan sampah raksasa. Dan itu yang membuat kita sangat prihatin,”bebernya.

Padahal, air sungai yang ada di semua kota besar di Pulau Jawa ini dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Mimun (PDAM). Namun, kini kondisinya tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk air minum.

“Jadi sayang bagi PDAM akan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memproses air, sehingga air itu layak dikonsumsi. Ternyata sebagian besar, sejumlah pejabat PDAM yang saya tanyakan itu mengatakan bahwa air yang mereka produksi sudah tidak layak minum,”lanjut Doni.

Ia memperkirakan setiap hari sebesar Rp150 miliar dikeluarkan penduduk Pulau Jawa dengan kisaran 150 juta penduduk untuk mendapatkan air bersih. Kalau dihitung setiap orang setiap hari di Pulau Jawa ini mengeluarkan uang Rp1.000,- untuk membeli air bersih, ada 150 juta penduduk di Pulau Jawa, berarti bisa dibayangkan 150 miliar rupiah uang harus dihabiskan untuk mendapatkan air bersih. Katakanlah bukan 150 juta orang, tetapi setengahnya saja. Otomatis banyak menghabiskan biaya hanya untuk mendapatkan air bersih.

Doni pun mengajak untuk menjaga seluruh ekosistem baik kawasan hutan maupun sungai untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga bisa menjaga seluruh ekosistem, baik itu kawasan hutan dan juga sungai yang ada, sehingga akhirnya bisa berkualitas dan ketika dikelola dengan baik bisa dimanfaatkan untuk air bersih, untuk minum bagi masyarakat.