Ganja Dan Birahi Kekuasaan, Dalam Demo Menolak Omnibus Law

0
249
Demo Menolak Omnibus Law Anarkis

Jakarta, NAWACITAPOST– Sepertinya demo pada Kamis, 8 Oktober 2020. Bergerak bersamaan di berbagai daerah di Indonesia. By design pun nampaknya sudah dipersiapkan. Bisa dikatakan ada yang menggerakan. Demo itu berujung anarkis di hampir seluruh daerah. Seperti di Pontianak di depan Gedung DPRD Kalimantan Barat. 

PENGRUSAKAN fasilitas umum menjadi amukan pendemo. Tindakan itu membuat geram masyarakat. Polisi pun berhasil menangkap 35 orang yang berlaku anarkis. Dua diantaranya positif mengkonsumsi narkoba jenis ganja, dan 5 orang reaktif Covid-19. Dilansir suara.com, penangkapan terkait demo anarkis itu dibenarkan Kombes Polisi Donny Charles Go, Jumat 9 Oktober 2020.

“Kami imbau kepada mahasiswa atau masyarakat agar tidak terpancing oleh isu-isu provokatif. Silakan gunakan jalur judicial review untuk menolak UU Omnibus Law cipta kerja, bukan dengan cara membuat kericuhan yang hanya merugikan semua pihak,” ujarnya.

Ia juga meminta pengunjuk rasa agar tetap mematuhi atau melaksanakan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak guna menghindari penyebaran Covid-19. “Karena kalau hal itu tidak dipatuhi, malah dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19,” ujar Donny.

Penyebaran kluster baru Covid 19 ini terjadi hampir diseluruh daerah. Pendemo ini bukan mengatasi atau mengurangi persoalan bangsa. Malah menjadi persoalan. Penambahan terpapar Covid 19 sudah pasti dan tak bisa dielakan.

Mereka (pendemo) ini dimanfaatkan para aktor yang birahi kekuasaannya menabrak konstitusi. Aktor-aktor ini merebut kekuasaannya dengan memprovokasi pendemo untuk berbuat rusuh dan anarkis. Itu harapannya.

Harapannya tak terwujud. Sebab rakyat sudah cerdas, dan pemerintahan solid bersatu. Lebih penting dan utama, pertolongan Tuhan menyertai pemerintahan Jokowi dan rakyat Indonesia.