PSBB Diterapkan Anies,  Pengunjuk Rasa Sengaja Dibiarkan 

0
415
PSBB Yang diterapkan Anies, Pengunjuk Rasanya dibiarkan

Jakarta, NAWACITAPOST-Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta  yang diterapkan secara konstitusi melalui Peraturan Gubernur Anies Baswedan masih berlaku dari tanggal 5 Oktober 2020 sampai 19 Oktober 2020. PSBB dalam format Protokol Kesehatan secara ketat pun diberlakukan. Sanksi yang melanggar, pasti diberi hukuman. Sudah banyak yang terkena aturan itu.

Baca Juga : Aktor Penunggang Demo Rusuh Ditindak Tegas

PROTOKOL kesehatan itu adalah Jaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Pakai Masker, dan Cuci Tangan. Namun penolakan Omnisbus Law melalui unjuk rasa yang anarkis, dan merusak fasilitas umum. Selain melanggar hukum, juga melawan protokal kesehatan secara ketat.

Anehnya, Anies sang pemegang kekuasaan tertinggi PSBB di Jakarta pada malam kemarin (Kamis, 9 Oktober 2020) datang dan menemui para pengunjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, hanya terdiam dan membiarkan salah seorang pengunjuk yang juga mahasiswa dari sebuah PTS  Jakarta berorasi. Dalam orasinya itu, mahasiswa mengajak dan meminta Anies untuk  menolak UU Omnibus Law.

Sepertinya, ajakan mahasiswa itu yang dinantikan suami dari Fery Farhati. Sorot matanya begitu terarah kepada para pengunjuk rasa yang berkumpul di sekitaran bundaran HI. Apalagi, suara mahasiswa untuk menolak UU Cipta kerja adalah pintu masuk pencitraannya menuju 2024 menjadi amunisi yang dinantikannya. Walaupun itu belum mencapai targetnya.

Seharusnya, sebagai Gubernur.  Anies mengatakan kepada pengunjuk rasa. PSBB di Jakarta masih berlaku, dan sebaiknya adik-adik mahasiswa dan kaum buruh untuk segera kembali ke tempat kediamannya masing-masing. Itulah pernyataan yang harus terucap oleh ayah dari Mutiara Annisa. Dijamin, simpati postif akan mengalir deras padanya. Maka, Anies benar-benar Gubernur yang menjalankan konstitusi bukan konstituen. Artinya senafas antara perkataan dan perbuatan.

Sepertinya PSBB yang diterapkan Anies, malah sengaja dibiarkannya pendemo berunjuk rasa.