UU Omnibus Law, Demokrat Setuju Di Komisi, Ditolak Saat Paripurna

0
689
Ketua Umum Partai Demokrat, Mayor TNI (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono

Jakarta, NAWACITAPOST – Drama politik Fraksi Demokrat menolak UU Ciptakerja atau Omnibus Law sepertinya menunggu momen akhir di sidang paripurna.  Setingan partai mercy  biru dibawah komandonya Mayor TNI (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono (AH.  Terbongkar saat instragram AHY membagikan momen aksi walk out  legislator Senayan dari Demokrat.

Baca Juga : SBY Komisaris Utama Transcorp, Rumahnya Dari Negara Berharga 300 Milyar

MINTA maaf pun keluar dari mulut AHY yang hanya berdinas di tentara matra darat selama 16 tahun (Akmil 2000 – Pensiun 2016) saat ketukan palu sidang DPR yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani. mengesahkan UU Omnibus Law. Padahal untuk disahkan sebuah UU apalagi tentang nasib pekerja buruh. Lobi-lobi politik diantara partai politik dilakukan sangat gencar, tak kenal waktu.

Namun UU termasuk konstitusi Ciptakerja adalah produk politik. Yang harus diterima semua pihak walaupun itu pahit.  Manufer drama berupa sinteron politk yang diperagakan AHY, kesannya malu-malu. Dan, sepertinya baru mau membangun dalam arena politik simpati  berupa dukungan.

Penolakan Demokrat dalam Omnibus Law sebenarnya tak 100 persen membela buruh. Intinya hanya mendapat dukungan saja dari buruh dan rakyat. Dengan sebutan partai teraniaya dan tertindas, serta selalu hadir bersama buruh. Tujuan utamanya, ingin mendapat utama di pemerintahan Jokowi. Bukankan AHY menuju 2024 perlu pencitraan lewat media. Dan pinangan istana  adalah pintu utamanya mendapatkan pencitraan itu.

Namun, sayang pintu istana belum membolehkan AHY membuka dan masuk kedalamnya. Yang bisa dilakukan bertepuk sebelah tangan. Namun, tepuk tangan dengan permohonan maaf hanya bisa didapatkan dalam penolakan UU ini.

Yang jelas UU Omnibus Law, Demokrat Setuju di Komisi, Ditolak Saat Paripurna. Drama dan setingan kental aromanya. Untung tidak akrobat politik