Wakil Ketua MPR Minta Investigasi RS Nakal Terkait Isu Main Klaim Pasien Covid-19

0
182
Wakil Ketua MPR Minta Investigasi RS Nakal Terkait Isu Main Klaim Pasien Covid-19

NAWACITAPOST– Beredar isu rumah sakit (RS) yang main klaim pasien Covid-19 belakangan marak terjadi. Sebab keluarganya diminta mengaku sebagai pasien Covid-19 dengan iming-iming bebas biaya hingga diberikan uang dengan jumlah jutaan rupiah. Hal ini direspons oleh Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dari fraksi PKB. Ia mendorong dilakukan investigasi terkait beredarnya isu pasien meninggal karena Covid-19 di rumah sakit, meski hasil tes akhir atau swab belum dirilis. Dia mengatakan pada Sabtu (3/10/2020). Perlu dilakukan investigasi dan audit khusus agar RS profesional dan tidak merugikan masyarakat dan pemerintah. Jika terbukti ada RS yang ‘meng-covid-kan’ pasien meninggal, maka hal tersebut adalah pelanggaran yang amat berat. Jangan mengail ikan di air keruh, memanfaatkan keadaan masyarakat yang sedang sulit.

Sebelumnya, isu serupa juga direspons oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Ia mengigatkan agar siapa pun tak mengambil keuntungan dari definisi meninggal karena Covid-19. Moeldoko mengatakan di Semarang pada, Rabu (1/10/2020) lalu. Jadi perlu didefinisikan semua kematian agar jangan sampai menguntungkan pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dari definisi itu. (Klaim pasien meninggal dunia karena Covid-19 ) sudah terjadi di semua wilayah. Ada orang diperkirakan Covid-19 terus meninggal padahal hasil tes belum keluar.

Baca Juga : Menkes : Media Jangan Buat Gaduh di Masa Pandemi Covid-19

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaminkan apa yang diungkapkan Moeldoko.

Bahkan menurut Ganjar, hal ini pernah terjadi di Jawa Tengah. Ia menegaskan sudah menggelar rapat dengan jajaran rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah dan pihak terkait. Dari rapat itu diputuskan, untuk menentukan atau mengekspos data kematian, mereka yang meninggal harus terverifikasi. Dia mengatakan. Seluruh rumah sakit dimana ada pasien meninggal, maka otoritas dokter harus memberikan catatan meninggal karena apa?. Catatan itu harus diberikan, untuk di verifikasi dan memberikan statement ke luar. Dengan sistem itu, maka akan terjadi delay data soal angka kematian.