Kemensos Gandeng Kejaksaan Agung Untuk Dampingi dan Mengawasi Program PEN

0
188
Kemensos Gandeng Kejaksaan Agung Untuk Dampingi dan Mengawasi Program PEN

Jakarta, NAWACITAPOST- Kementerian Sosial menggandeng Kejaksaan Agung untuk mendampingi dan mengawasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan Kemensos. Agar proses pemberian bantuan sosial tidak diwarnai penyelewengan dan pelanggaran hukum.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan Kemensos bertanggung jawab penuh atas pemberian bantuan sosial dari Pemerintah Pusat ke masyarakat selama pandemi Covid-19. Dia mengatakan di Jakarta pada, Rabu (30/09/2020). Khusus program perlindungan sosial PEN ini cukup banyak dan seluruh daerah. Maka dari itu Kemensos menggandeng Kejaksaan untuk mencegah terjadinya penyelewengan.

Baca Juga : PAN: Apapun Nama Partai Amien Rais Tidak Penting

Sementara itu, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan pihaknya sudah siap memberikan bantuan berupa pendampingan dan pengawasan pembagian bantuan sosial dari Pemerintah Pusat ke masyarakat di masa pandemi Covid-19. Kegiatan apa pun akan didampingi terutama pendampingan seperti ini. Sejauh ini Kejaksaan Agung masih belum menemukan ada perbuatan tindak pidana yang menguntungkan diri sendiri terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut. Hingga sampai saat ini masih belum ada yang mencuat.

Secara terpisah, Wakil Menteri Keuangan Suahazil Nazara dalam konferensi pers yang digelar virtual, mengatakan pada, Rabu (30/09/2020).  Per akhir September ini, pemerintah telah merealisasikan anggaran sebesar Rp 304,66 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional atau PEN. Angka ini setara dengan 43,8 persen dari total pagu anggaran senilai Rp 695,2 triliun dalam APBN 2020. Kalau dilihat program PEN sudah mengalami akselerasi yang signifikan selama bulan Agustus dan September 2020. Anggaran PEN yang diserap untuk klaster kesehatan tercatat mencapai Rp 21,79 triliun. Kemudian untuk perlindungan sosial Rp 150,86 triliun; sektoral kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah Rp 25,3 triliun; insentif usaha Rp 27,61 triliun; dan dukungan UMKM Rp 79,06 triliun. Dihitung dari Juni 2020 hingga 28 September, penyerapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional ini meningkat 35,2 persen. Pada Juni 2020, anggaran PEN terserap Rp 124,62 triliun. Kemudian pada Juli naik menjadi Rp 147,67 triliun; dan Agustus mencapai Rp 211,6 triliun.*