Jubir KPK, Febri Diansyah Resmi Menyatakan Pengunduran Dirinya

0
158
Jubir KPK, Febri Diansyah Resmi Menyatakan Pengunduran Dirinya

Jakarta, NAWACITAPOST- Juru Bicara (JubirKPKFebri Diansyah dari jabatan Jubir KPK, bebarengan dengan kehebohan sidak kode etik, Ketua KPK Firli Bahuri yang ketahuan naik Helikopter.

Febri Diansyah resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 24 September 2020. Namun, surat pengunduran diri Febri Diansyah telah diserahkan kepada Pimpinan KPK sejak 18 September 2020. Jika prosesnya cepat maka pada Oktober 2020 nanti Febri sudah tidak lagi berstatus sebagai pegawai KPK yang nantinya akan beralih status sebagai Aparatur Sipil Negara.

Berikut isi lengkap surat pengunduran diri Febri Diansyah;

Jakarta, 18 September 2020

Yth:
Pimpinan
Sekretaris Jenderal
Kepala Biro SDM

Dengan hormat,

Saya, FEBRI DIANSYAH, Kepala Biro Humas KPK, NPP: 000956 mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Biro Humas sekaligus sebagai Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPKRI).

Pilihan menjadi Pegawai KPK sejak awal berangkat dari kesadaran tentang pentingnya upaya pemberantasan korupsi dilakukan secara lebih serius. Bagi Saya, selama menjadi Pegawai KPK bukan hanya soal status atau posisi jabatan namun lebih dari itu, ini adalah bagian dari ikhtiar yang utama untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi. KPK adalah contoh sekaligus harapan bagi banyak pihak. Untuk dapat bekerja dengan baik, independensi merupakan keniscayaan.

Namun kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK.

Melalui surat ini saya juga ingin sampaikan terimakasih pada Pimpinan KPK, atasan langsung saya, Sekjen KPK dan kolega lain di KPK dengan segala proses pembelajaran, perbedaan pendapat dan kerja bersama yang pernah dilakukan sebelumnya. Semoga insan KPK dapat terus loyal pada nilai dan berjuang bersama untuk mencapai cita-cita membersihkan Indonesia dari Korupsi. Kalaupun terdapat perbedaan pendapat atau ketersinggungan, Saya mohon maaf. Semua itu tidak pernah saya tempatkan sebagai persoalan Pribadi, melainkan semata karena hubungan pekerjaan yang professional.

Demikian surat pengunduran diri ini Saya ajukan dengan sadar dan sungguh-sungguh. Mohon kiranya proses pemberhentian Saya dapat diproses tertanggal 18 Oktober 2020. Proses lebih lanjut terkait pelaksanaan dan transfer tugas serta aspek administrasi lain akan Saya selesaikan sesuai masa waktu tersebut.

Meskipun kelak saya keluar dari KPK, tapi Saya tidak akan pernah meninggalkan KPK dalam artian yang sebenar-benarnya.

Terimakasih atas perkenan Bapak-bapak.

Hormat Saya,
Ttd
Febri Diansyah

Febri menilai kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK.Kondisi itulah yang pada akhirnya membuat dia memutuskan untuk mundur. Dia mengatakan pada Kamis, (24/08/2020). Dalam surat itu (pengunduran diri), di tuangkan beberapa teman yang sudah berdiskusi cukup panjang akhir-akhir ini kondisi KPK memang sudah berubah baik dari aspek regulasinya. Sejak disahkannya revisi UU KPK pada 17 September 2019, dirinya sudah berusaha untuk bertahan dan terus berkontribusi untuk pemberantasan korupsi. Namun adanya perbedaan keyakinan dan prinsip membuatnya memutuskan untuk mundur. Bulan September 2020 ini kurang lebih 1 tahun setelah revisi UU KPK disahkan DPR. 17 September 2019 revisi UU KPK disahkan, tetapi tidak langsung meninggalkan KPK pada saat itu, masih bertahan di dalam dan berupaya untuk bisa berbuat sesuatu agar tetap bisa berkontribusi untuk pemberantasan korupsi.

Baca Juga : Tanggap Zona Merah Pekalongan, Menko PMK Muhadjir Bersinergi dengan Kementerian Kesehatan dan Baznas Beri Bantuan

Menanggapi hal tersebut, Penyidik Senior KPK Novel Baswedan menyayangkan keputusan pengunduran diri Febri Diansyah dari KPK. Menurutnya, Febri adalah sosok yang berdedikasi dalam pemberantasan korupsi dan selama ini telah berkerja dengan sangat baik. Sebagai kawan, Febri selama ini bekerja dengan baik dan berdedikasi.

Novel juga turut mempertanyakan kesungguhan pemerintah dan lembaga KPK dalam komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Karena menurutnya akan semakin banyak pegawai KPK yang mundur, jika tidak ada dukungan penuh dari pemerintah untuk KPK. Bila pemerintah tidak mendukung dan KPK tidak tampak sungguh-sungguh untuk berantas korupsi, maka orang-orang yang memilih jalan untuk berjuang dalam rangka memberantas korupsi akan meninggalkan gelanggang yang tidak ada harapan.