Jumat, 26 Juni 2026

Indonesia Corruption Watch : DPR Gagal Pilih Ketua KPK

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Selasa, 29 September 2020 | 16:25 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Indonesia Corruption Watch (ICW) menuding pemerintah dan DPR gagal memilih ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, menilai Ketua KPK, Firli Bahuri kerap melakukan blunder. Hal ini dikatakan Kurnia dalam keterangan tertulis, Senin (28/09/2020). Panitia seleksi (Pansel) Pimpinan KPK, Presiden Joko Widodo, dan segenap anggota Komisi III DPR terbukti gagal memilih pimpinan KPK yang berintegritas.
Baca Juga : KPU Makassar Batasi Sumbangan Dana Kampanye

Kegagalan itu terbukti dari putusan kasus etik Firli. Ketua KPK itu diberi sanksi ringan lantaran bergaya hidup mewah dengan naik helikopter ke luar kota. Ini harus menjadi pelajaran bagi Pansel KPK, Presiden, dan DPR. Supaya sosok yang tidak berintegritas tidak dipilih menjadi ketua lembaga antirasuah. Jika tidak (dijadikan pelajaran), maka praktik seperti ini akan terulang kembali dan amat mencoreng kredibilitas kelembagaan KPK. Kini KPK dilanda sejumlah masalah internal belakangan. Kasus etik Firli merupakan salah satu yang disorot publik.

Selain itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) KPK, Febri Diansyah, mengundurkan diri. Febri merasa tidak ada lagi ruang untuk berkontribusi dalam pemberantasan rasuah. Sehingga ia memutuskan untuk melayangkan surat pengunduran diri pada Jumat, 18 September 2020.

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini