Meski demikian, Muhadjir tidak mengelaborasi lebih lanjut ihwal permintaannya tersebut dalam diskusi yang juga dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng Mohammad Faqih. Ia lantas mengingatkan agar IDI sebagai organisasi profesi dapat mendorong setiap anggotanya untuk berdiri di garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Sebagai rekan sejawat, para dokter tak boleh merasa yang perlu berada di garda terdepan penanganan Covid-19 hanyalah mereka yang memiliki spesialisasi terkait. Upayakan semua anggota harus merasa di garis terdepan. Ia mengaku prihatin atas gugurnya sejumlah dokter selama penanganan Covid-19. Ia pun mendorong IDI untuk aktif memberikan perlindungan keselamatan bagi para dokter. IDI betul-betul di dalam ujung tombak pertama untuk melindungi keselamatan para anggota-anggotanya.
Baca Juga : PNS Melarat, Rezim Kejam Idealisman Dachi?
Hingga Minggu (27/9) jumlah kasus positif Covid-19 telah mencapai 275.213 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 203.014 orang dinyatakan sembuh dan 10.386 orang meninggal dunia.
Salah seorang dokter spesialis paru, dr Faisal Rizal Matondang, Sp P sempat mengungkapkan kepada Presiden Joko Widodo bahwa tenaga medis dalam penanganan virus corona masih kurang. Faisal merupakan salah satu dokter yang bertugas di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso dalam menangani pasien Covid-19. Ia mendapat kesempatan untuk berbincang dengan orang nomor satu di Indonesia itu melalui panggilan video (video call). Jokowi menanyakan kondisi penanganan Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso. Faisal lantas menjawab bahwa penanganan sesuai arahan Kementerian Kesehatan. Menurutnya, fasilitas dan obat-obatan juga tersedia.
Faisal mengatakan. Alat medis InsyaAllah tersedia. Tenaga (medis) mungkin masih tetap kurang. Pasien makin bertambah