Jumat, 5 Juni 2026

Ustaz Alfian Tanjung Sebut Banser & Ansor Keturunan PKI, Ujungnya Minta Maaf

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Jumat, 25 September 2020 | 14:40 WIB
Jakarta,  Ustaz Alfian Tanjung akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada GP Ansor, Banser, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) atas pernyataan dan ujaran kebencian yang disampaikannya. Permintaan maaf itu disampaikan Alfian secara terbuka dalam konferensi pers bersama Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang digelar secara virtual, Rabu (23/9/2020). Dia sebelumnya telah bertemu dengan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas pada 8 September 2020 dan menandatangani perjanjian perdamaian yang memuat sejumlah poin, salah satunya Alfian Tanjungmenyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga besar Ansor dan NU. Alfian mengatakan pada Rabu (23/9/2020). Kata maaf menjadi bagian yang harus di kedepankan, sebagai subjektif ada bagian tertentu dari hal-hal yang pernah terucap yang dianggap tidak berkenan dan sudah diproses.

-
Foto : Bendera PKI
Baca Juga : Gagal Maju Pilkada 2020, Kini Sigit Purnomo Said Alias Pasha Ungu Ditunjuk Jadi Ketua DPP PAN

Alfian meminta maaf atas pernyataan yang telah disampaikannya dan telah menyinggung perasaan segenap keluarga besar NU, GP Ansor, dan Banser. Sesungguhnya ini bulan September, 9 hari lagi peringatan 30 September. Pejuang yang paling dikenal dalam kudeta berdarah (PKI) tahun 1948 dan 1965 adalah temen-temen pemuda Ansor, itu fakta sejarah. Ia berjanji akan meningkatkan kualitas dan kapasitasnya, serta mengajak kalangan muda di Ansor dan Banser untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen GP Ansor Adung Abdul Rochman mengatakan. Alfian Tanjung telah menyampaikan permintaan maaf secara lisan maupun tertulis kepada keluarga besar NU, Ansor, dan Banser. Sebagai sesama muslim, sesama warga bangsa Indonesia, tentu menerima permintaan maaf karena ingin kehidupan tetap rukun dan damai. Kedua pihak disatukan oleh satu pandangan keagamaan yang sama dan kebangsaan yang sama. Adung menegaskan keluarga besar NU sampai sekarang ini masih mewaspadai bahaya laten PKI, salah satu buktinya dengan terus dilantunkannya selawat badar dalam berbagai kesempatan. Ulama di lingkungan NU, memiliki selawat badar yang diciptakan menjelang pemberontakan PKI pada tahun 1965, dan selawat tersebut sangat dikenal sampai saat ini dan masih terus dilantunkan. Selawat badar diciptakan untuk membentengi dan mewaspadai kader-kader NU, Ansor, dan Banser dalam melawan PKI waktu itu. Sampai sekarang masih kami nyanyikan. Artinya, dalam bawah sadar kami tetap dalam situasi masih mewaspadai (PKI).
Baca Juga : Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura : SBY Tak Peduli Terhadap Perekonomian Indonesia

Sebelumnya, beredar video Alfian Tanjung sedang menyampaikan pidato di hadapan jemaah yang di antaranya menyebut kader-kader Ansor Banser saat ini keturunan PKI. Karena dahulu yang membunuh ulama itu adalah Pemuda Rakyat PKI, ketika terjadi serangan balik oleh Banser, Banser membunuh orang-orang PKI. Maka, tidak semua orang-orang PKI itu tidak diselesaikan, terutama yang tokoh-tokohnya. Akibatnya tokoh-tokoh PKI masa lalu punya anak, punya cucu jadi pengurus Banser.

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB