Mendagri, Tito : Alkohol Bir, Anggur Dan Cap Tikus Tak Bisa Bunuh Virus Corona

0
343
Mendagri, Tito : Alkohol Bir, Anggur Dan Cap Tikus Tak Bisa Bunuh Virus Corona

Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan minuman beralkohol dengan berbagai jenis dan mereknya tak bisa membunuh Virus Corona (Covid-19). Minuman alkohol berbagai merek di pasaran tak memiliki kandungan alkohol sampai 70 persen sebagai acuan standar untuk membunuh virus tersebut. Dia menagatakan dalam acara Rapat Koordinasi Camat Se-Indonesia yang disiarkan di kanal Youtube Kemendagri RI pada Rabu  (23/09/2020). Ada yang tanya bagaimana dengan minum minuman beralkohol? Bir itu [kandungan alkoholnya] hanya 5 persen, enggak mematikan; wine itu 15-20 persen, anggur itu enggak mematikan; di Sulawesi ada [minuman] Cap Tikus 40 persenan itu ga mematikan. Komponen lemak dalam sel Virus Corona tak mampu bertahan dengan alkohol yang memiliki kandungan di atas 70 persen. Karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk menggunakan dan membawa hand sanitizer yang mengandung alkohol 70 persen. Lemak [corona] tidak kuat dengan alkohol di atas 70 persen. Maka ada hand sanitizer, buat tangan saja.

Mendagri, Tito : Alkohol Bir, Anggur Dan Cap Tikus Tak Bisa Bunuh Virus Corona

 

Baca Juga : Ahli Biologi RI : Belum Ada Teknologi yang Mampu Rekayasa Virus Corona

Alkohol 70 persen juga tak diperbolehkan untuk diminum langsung oleh manusia. Kalau alkohol 70 persen itu di minum gimana? Ya virusnya memang mati, tapi orangnya juga wafat. Karena manusia tidak bisa minum [alkohol] 70 persen. Spiritus. Ia mewanti-wanti masyarakat maupun pemerintah daerah setempat tak terlena dengan kategori zona hijau penularan Covid-19. Masyarakat di zona hijau waspada karena virus corona memiliki daya penularan yang cepat. Karena Covid punya kekuatan kecepatan penularan yang sangat tinggi. Karena virus ini, masuk lewat sistem pernafasan. Banyak orang yang mempercayai bila minuman beralkohol mampu membunuh Virus Corona. Alhasil, penyalahgunaan tersebut justru memakan banyak korban jiwa di beberapa negara di dunia. Di Iran misalnya dilaporkan 700 orang meninggal dunia setelah mengonsumsi alkohol yang tercemar metanol, dengan alasan bisa mencegah dan menyembuhkan dari infeksi corona.

Baca Juga : Baca Juga : Baru Menikah 8 Jam Langsung Minta Cerai