Pengidap Penyakit TBC Dapat Bantuan PKH Dari Kemensos

0
83
Pengidap Penyakit TBC Dapat Bantuan PKH Dari Kemensos

Jakarta, Nawacitapost.com- Kementerian Sosial (Kemensos) akan menargetkan 9000 jiwa yang mengidap penyakit TBC akan masuk menjadi komponen kedelapan dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dengan indeks bantuan Rp 3 juta per tahun.

Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menekankan, penambahan pengidap TBC menjadi komponen tambahan ini merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).Dia mengatakan pada Jumat (18/9/2020) di Jakarta. Pihaknya tengah intensif berkoordinasi dengan kementerian terkait, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Tujuannya untuk mematangkan peruntukan penggunaan anggaran dari bansos PKH. Kemensos sedang berdiskusi mendalam dengan tim dari Kementerian Kesehatan soal pengidap penyakit TBC masuk dalam komponen PKH. Bantuan itu kalau diberikan apakah untuk membiayai selama kontrol ke dokter, pengobatan, untuk perawatan bila dilakukan isolasi terhadap pengidap, pembelian obat atau apa.

Baca Juga : Kemendikbud Tegaskan Mata Pelajaran Sejarah Tak Dihapus Dari Kurikulum

Bansos PKH yang sudah berjalan, terdapat 7 komponen yang menerima bantuan. Yakni ibu hamil, anak usia dini, anak usia sekolah SD hingga SMA, lansia tidak mampu dan penyandang disabilitas berat. Adapun untuk komponen baru yakni pengidap TBC masih dalam kajian. Hal ini tidak lepas dari tingginya penderita TBC di Indonesia. Masuknya pengidap TBC dalam komponen PKH tidak lepas dari tingginya angka penderita di Indonesia.

Berdasarkan data, penderita TBC di Indonesia mencapai 1.020.000. Angka tersebut, tentu mengkhawatirkan bila terus bertambah. Diketahui, TBC adalah jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan catatan penderita minum obat dengan rutin, artinya dilakukan selama tiga bulan sampai lima bulan. Ini harus rutin tiga kali seminggu. Jika satu kali saja terlewat maka harus mengulangi kembali. Sebagai program prioritas nasional, Kemensos mengalokasikan anggaran sebesar Rp30,4 triliun untuk program Jaminan Sosial Keluarga dengan target sasaran 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.