Mahfud Md Bantah Adanya Mendiskreditkan Islam

0
244
Mahfud Md Bantah Adanya Mendiskreditkan Islam

Jakarta, Nawacitapost.com- Menko Polhukam Mahfud Md membantah adanya pandangan yang menyatakan Pemerintah saat ini kerap mendiskreditkan Islam.

“Siapa bilang Pemerintah mendiskreditkan orang Islam, Presiden orang Islam, pesantren disediakan dan dibuatkan undang-undangnya, mau naik haji dilayani,” kata Mahfud di Padang dalam Dialog Kebangsaan, di Universitas Andalas secara daring, Kamis (17/9/2020).

Adanya anggapan yang mengatakan bahwa saat ini di Indonesia terjadi Islamofobia, juga dibantahnya. Mahfud menjelaskan Islamofobia itu dulu terjadi di zaman Belanda, karena orang Islam itu ditakuti dan disingkirkan dari pergaulan hidup bernegara.

“Coba orang Islam di zaman Belanda jadi pejabat tidak boleh, sekolah tak boleh, tapi setelah Indonesia merdeka orang Islam sudah bisa jadi tentara,” jelas Mahfud.

Baca Juga : Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Turi Tagih Janji PT. KAI

Lebih lanjut dia menerangkan, setelah Indonesia merdeka maka dibuatlah kebijakan orang Islam mengikuti pendidikan, hingga saat ini sudah bisa jadi kapolri, hingga panglima TNI.

“Oleh sebab itu kalau ada aparat menangkap orang yang melakukan pengeboman, bukan Islamnya yang dipersoalkan tapi terorisnya dan itu siapa saja karena yang dilakukan melanggar ajaran agama dan hukum negara,” ungkap Mahfud Md.

Untuk itu, dia mengajak seluruh umat Islam turut berperan bagi negeri ini dan menerima semua perbedaan.

“Jangan saling mendiskriminasi, karena yang paling utama adalah prestasi sesuai dengan porsi dan keahlian masing-masing, untuk bersama-sama membangun negara ini agar lebih maju,” ucap Mahfud lagi.

Pada sisi lain, Menko Polhukam menyampaikan semua komponen bangsa sudah sepakat Indonesia adalah negara demokrasi dengan Pancasila sebagai ideologi.